Selain melalui gadget, orang tua biasanya memberikan game edukasi anak melalui komputer. Game edukasi ini ada yang berbayar dan ada pula game edukasi anak pc offline alias tidak berbayar. Untuk game edukasi semacam ini, bersiaplah dengan serbuan iklan selama Anda membuka aplikasi game tersebut. Kecuali jika Anda membayar atau berlangganan, biasanya pihak pengembang game akan menghilangkan iklan ini dari aplikasi game yang anak Anda mainkan.

Mengajak Si Kecil Main Game Edukasi Anak, Yay or Nay?
source: https://pixabay.com

Selain di rumah, sekolah terkadang juga memberikan game edukasi anak pada muridnya. Game edukasi anak tk yang biasa diberikan misalnya game belajar membaca atau berhitung. Pemberian game edukasi anak ini juga disesuaikan dengan usia anak, seperti berikut ini:

  1. Game edukasi anak paud atau pra sekolah. Pada usia ini, anak disarankan belum terlalu banyak bermain game edukasi anak, tapi fokuslah untuk menstimulasi anak dengan aktivitas fisik. Namun, game edukasi anak dapat diberikan sesekali, misalnya game yang memutakan banyak lagu yang bisa menstimulasi indranya.
  2. Game edukasi anak 2 tahun. Untuk anak di usia ini, disarankan untuk memberikan game edukasi anak yang menambah kosakata dan pengetahuannya, misalnya game tentang warna atau game tentang nama benda.
  3. Game edukasi anak 3 tahun. Di usia tiga tahun, anak sudah bisa dikenalkan dengan huruf dan angka. Agar proses belajar si kecil lebih menyenangkan, Moms boleh menggunakan game edukasi anak sebagai media belajar yang membantu si kecil.

Boleh bermain game, asal....


Memberikan game edukasi anak melalui gadget memang bisa bernilai positif, namun bisa juga bernilai negatif. Itu mengapa, orang tua perlu bijak untuk memberikan game edukasi ke putra/putrinya, seperti:

  1. Memberikannya hanya pada waktu tertentu dan bersifat jarang hingga tidak menjadi kebiasaan anak.
  2. Variasikan permainan dengan aktivitas bermain lainnya, seperti bermain outdoor, main permainan di dunia nyata, membaca buku dan sebagainya.
  3. Selalu dampingin anak saat bermain gadget. Tidaklah bijak untuk membiarkan anak terlalu sering dan terlalu lama menggunakan gadget apalagi tanpa pengawasan orang tua.
  4. Pilihkan game untuk anak. Pastikan bahwa game yang dimainkan anak bersifat positif dan sesuai dengan usia anak.
  5. Jaga jarak panjang dan waktu penggunaan gadget. Agar kesehatan fisik anak terutama mata dan tulang belakang tidak terganggu. Perhatikan pula berapa lama waktu si kecil bermain gadet, misalnya maksimal 15 menit
Boleh bermain game, asal....
source: https://pexel.com


 

baca juga

Efek Negatif Anak Menggunakan Gadget


Dengan memperhatikan cara dalam memberikan game edukasi anak melalui gadget, anak Moms akan terhindar dari efek negatif penggunaan gadget, seperti:

  • Dampak kesehatan. Dampak kesehatan yang paling terasa adalah menurunnya kemampuan melihat atau gangguan mata akibat paparan layar gadget yang terlalu lama. Obesitas juga menjadi dampak negatif jika anak banyak ber-gadget dan jarang melakukan aktivitas fisik.
  • Dampak sosial. Anak yang terlalu banyak ber-gadget aka kurang kepekaannya dengan lingkungan sekitar. Anak juga biasanya lebih individualis karena lebih asyik dengan gadgetnya.
  • Dampak pada perkembangan anak. Pemberian gadget secara berlebihan pada anak usia dini dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya, seperti kemampuan bicara dan bersosialisasi.
Efek Negatif Anak Menggunakan Gadget

Memberikan game edukasi anak melalui gadget sah saja, selama dilakukan sesekali dan tidak berlebihan. Lalu, hal yang penting diperhatikan pula adalah jangan menjadikan gadget sebagai pengganti kehadiran orang tua, misalnya memberikan gadget agar anak lebih tenang, sehingga orang tua bisa melakukan hal lainnya.

Gadget boleh dimainkan oleh anak selama orang tua menemani, bukan membiarkan anak main sendirian tanpa pendampingan. Selamat bermain bersama si kecil ya Moms!