Kehamilan berlangsung selama sekitar 40 minggu. Dan trimester ketiga mencakup minggu ke 28 sampai 40 masa kehamilan. Trimester ketiga bisa menjadi tantangan fisik dan emosional bagi kamu. Bayi dianggap nyaris sempurna pada akhir minggu ke 37 dan tinggal menunggu waktu kelahiran bayi.

Memahami apa yang diharapkan selama trimester ketiga, dapat membantu mengurangi kecemasan yang kamu alami selama tahap akhir kehamilan kamu. Jika kamu tidak menjaga bayi kamu di trimester ketiga, maka kemungkinan buruk akan terjadi pada kamu dan si bayi. Nah, diharapkan hal yang tidak diinginkan tidak kamu alami.

1. Kunjungi Dokter

Kamu harus lebih teratur mengunjungi dokter selama trimester ketiga. Sekitar minggu ke 36, dokter kandungan mungkin melakukan tes strept Kelompok B untuk menguji bakteri yang bisa sangat berbahaya bagi bayi kamu. Jika hasil tes positif, maka dokter akan memberi kamu antibiotik. Kemudian dokter juga akan memeriksa kemajuan kamu dengan pemeriksaan vagina. Dimana serviks kamu akan menjadi lebih tipis dan lembut saat kamu mendekati persalinan untuk membantu saluran lahir terbuka selama proses persalinan.

1. Kunjungi Dokter
source: http://shutterstock.com


 

baca juga

2. Menjaga Kesehatan

Bagaimana kamu bisa tetap sehat selama kehamilan trimester ketiga? Nah, kamu harus mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari saat kehamilan berlanjut untuk menjaga diri dan bayi kamu yang sedang berkembang.

2. Menjaga Kesehatan
source: https://id.theasianparent.com


 

Lakukan Hal Berikut:

- Terus minum vitamin prenatal. Kamu dan bayi kamu sangat membutuhkan vitamin untuk itu, minumlah vitamin prenatal yang direkomendasikan dokter kandungan kamu.

- Tetap aktif kecuali ada bengkak atau sakit. Saat trimester ketiga kamu perlu banyak berjalan atau aktivitas ringan, karena baik bagi persalinan normal kamu.

- Latihan kegel. Ikuti kelas latihan kegel pre-persalinan karena latihan peregangan otot akan memperlancar kamu melahirkan normal. 

- Makanlah makanan bernutri tinggi seperti buah, sayuran, protein rendah lemak, dan serat. Ini akan memberikan sediaan energi dan baik bagi perkebangan anak kamu sehingga mengurangi risko Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR).

- Minum banyak air. Pastikan tubuh kamu terhidrasi dengan baik. Setidkanya minum air putih sebanyak 8+2 gelas per hari.

- Konsumsilah cukup kalori (sekitar 300 kalori lebih banyak dari biasanya).

- Jaga agar gigi dan gusi kamu tetap sehat. Kebersihan gigi yang buruk berisiko menyebabkan persalinan prematur. Yang paling dihindari ialah adanya infeksi bakteri yang kemudian akan membahayakan bayi dalam kandungan kamu.

- Banyak istirahat dan tidur. Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu mengurangi stress dan kecemasan sebelum perslinan.

2. Menjaga Kesehatan
source: http://shutterstock.com


 

baca juga

Yang harus dihindari:
- Latihan berat atau latihan kekuatan yang bisa menyebabkan luka pada perut kamu.

- Minum minuman atau makanan beralkoho. Alkohon merupakan faktor risiko semua jenis penyakit degeneratif.

- Kafein. Disarankan tidak mengonsumsi minuman berkafein lebih dari satu cangkir kopi atau teh per hari.

- Merokok. Sejauh ini belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa merokok aman bagi siapa saja. Jika kamu tidak akan melahirkan bayi asma dan cacat lahir maka hindari merokok ataupun paparan asap rokok. 

- Obat-obatan ilegal. Jangan coba-coba minum obat-obatan tanpa resep dokter. Karena obat dengan kandungan bahan kimia dan dosis tinggi bisa berisiko bayi cacat lahir bahkan prematur.

- Ikan mentah atau makanan laut asap.

- Ikan hiu, ikan todak, ikan tenggiri atau ikan kakap putih. Ikan ini memiliki kadar merkuri tinggi.

- Kecambah mentah. Kecambah memiliki banyak bakteri, jadi sebaiknya kamu hindari mengonsumsinya dalam keadaan mentah.

- Susu yang tidak dipasteurisasi atau produk susu lainnya. Ibu hamil membutuhkan susu yang diformulasi khusus dengan standarisasi yang ketat, jadi minumlah susu yang diproduksi khusus untuk ibu hamil.

- Daging deli atau hot dog.

2. Menjaga Kesehatan
source: https://health.detik.com