Gejala Difteri yang Sering Disepelekan


Difteri gejala umumnya memang mirip dengan radang tenggorokan. Beberapa keluhan dini yang dialami penderita antara lain adalah pembengkakan kelenjar pada leher, masalah pernapasan, dan kesulitan saat menelan. Karena gejala yang terlihat sama, Moms memang harus mengetahui perbedaan difteri dengan radang tenggorokan biasa.  Selain itu, penderita juga akan mengalami demam tinggi, batuk, dan pilek sehingga sering disangka penyakit flu.

Gejala Difteri yang Sering Disepelekan
Munculnya selaput tebal di sekitar tenggorokan dan rongga mulut adalah indikasi penyakit difteri. Selain itu, radang tenggorokan hanya akan menyebabkan rasa tidak nyaman di sekitar daerah yang sakit, sedangkan difteri akan menyebabkan sakit dan lemah di seluruh tubuh. Difteri juga mengakibatkan munculnya lendir di hidung serta perubahan penglihatan. Imun tubuh juga menurun drastis sehingga makin rentan penyakit.
 

Penyebab dan Penularan Penyakit Difteri


Sebagaimana disebutkan di atas, penyebab difteri adalah bakteri Corynebacterium yang mudah sekali menular lewat partikel udara, barang pribadi, dan kontak langsung dengan benda-benda yang telah terkontaminasi. Penyakit ini juga menular lewat luka yang telah terinfeksi oleh bakteri tersebut.
 

Penyebab dan Penularan Penyakit Difteri
Sejauh ini, difteri dapat dicegah dengan memberikan vaksim difteri saat masih anak-anak. Meski demikian, penyakit difteri pada dewasa juga masih sering muncul meski vaksin telah diberikan. Hal ini bisa disebabkan karena daya tahan tubuh yang melemah atau karena bakteri yang telah dimasukkan ke dalam tubuh tidak dapat lagi melawan bibit penyakit yang masuk. Karenanya, vaksin difteri pun perlu diperbarui agar perlindungannya optimal.
 
baca juga

Jenis-jenis Vaksin Difteri dan Waktu untuk Memberikannya


Tidak hanya sekali, nyatanya vaksin difteri harus diberikan dalam beberapa tahap, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Berikut adalah jenis-jenis imunisasi yang perlu dilakukan untuk mencegah difteri:

  • Vaksin DPT-HB-Hib diberikan untuk bayi di bawah satu tahun dan setelah usia 18 bulan.
  • Vaksin DT diberikan untuk anak sekolah kelas 1 SD.
  • Vaksin Td untuk anak sekolah kelas 2 SD dan diberikan lagi setelah kelas 5 SD.
  • Vaksin DPT untuk orang dewasa, bisa diberikan pada usia 19-64 tahun.
Jenis-jenis Vaksin Difteri dan Waktu untuk Memberikannya

Itu dia Moms, sedikit gambaran singkat tentang difteri. Jangan disepelekan lho karena jika tidak diatasi dengan baik akan menyebabkan kematian. Jika saat kecil Moms belum pernah vaksin, atau beum menyelesaikan seri vaksin yang disarankan, segera hubungi dokter agar tubuh terjaga dari difteri.