1) Terlalu Sensitif

Selama masa-masa puber, maka terjadi perubahan yang signifikan pada tubuh anak. Misalnya, wajah mulusnya ditumbuhi jerawat. Hal ini tentu saja memberikan dampak tidak nyaman kepada anak, dan membuatnya kesal dan tertekan. Karena itu, selalulah ada untuknya, Moms. Ia membutuhkanmu untuk menceritakan hal-hal yang dirasakan dan kekhawatirannya. 

 

source: https://www.menstrupedia.com


 

baca juga

2) Mulai Mencari Tahu Jati Dirinya

Masa puber merupakan proses pendewasaan. Karena itu, anak pubertas cenderung mulai mencari identitas dirinya sendiri. Ada pula kecenderungan, ia menjauh dari keluarga dan lebih senang menghabiskan diri bersama teman-temannya. Hal ini mungkin karena ia merasa nyaman berada bersama dengan orang-orang yang mengalami hal serupa dengan dirinya. 

 

source: https://www.menstrupedia.com


 

3) Merasa Berada di Zona Abu-Abu

Saat melalui masa-masa puber, anak merasa bukan anak kecil lagi dan bukan pula orang dewasa. Karena itu, ia sering merasa tidak yakin dengan dirinya sendiri dan hal-hal yang akan dilakukannya. Anak remaja akan lebih banyak melamun dan merenungi dengan kondisi yang dialaminya sekarang. Tanpa pengendalian diri yang baik, maka anak akan mencoba-coba banyak hal, dan berisiko terjerumus melakukan hal-hal tidak baik. 

 
source: https://www.menstrupedia.com


 

baca juga

4) Mudah Tertekan

Karena waktu yang dihabiskan bersama-sama dengan teman-temannya lebih banyak, maka anak pubertas akan mudah terpengaruh dengan hal-hal yang dilakukan teman-teman sebayanya. Ia mungkin ikut-ikutan melalukan hal-hal populer, misalnya mengikuti tren fashion terkini, mencoba merokok atau meminum alkohol agar dianggap keren dan sebagainya. Mungkin hal-hal itu tidak sesuai dengan karakter dan keinginan anak, sehingga kadang membuatnya menjadi tertekan. 

 

source: https://www.menstrupedia.com


 

5) Mood Swings

Anak pubertas besar kemungkinan akan mengalami perubahan mood yang sering dan ekstrim. Misalnya, perasaan senang tiba-tiba saja berubah menjadi kesal dan jengkel hanya karena hal-hal kecil. Mood swings ini sebenarnya normal dialami oleh semua anak yang berada di masa-masa puber. Karena itu, pahamilah apa yang dirasakan putra atau putrimu ya, Moms!

 

source: https://www.menstrupedia.com


 

6) Mulai Menyadari Dirinya dan Orang Lain

Di masa-masa puber, anak remaja akan mulai memahami perubahan tubuhnya. Misalnya untuk anak perempuan, payudara tumbuh membesar dan pinggul melebar. Sementara pada remaja pria, tumbuh kumis atau bulu tipis di dagu dan suaranya pun berubah. Selama masa ini, baik putra maupun putri mulai merasa malu dengan lawan jenisnya dan lebih suka menghabiskan waktu bersama dengan grup sesama perempuan atau laki-laki. 

 

source: https://www.menstrupedia.com


 

7) Mulai Memikirkan Hal-Hal yang Berkaitan dengan Lawan Jenis

Normal bagi remaja yang mengalami pubertas untuk memulai memikirkan tentang lawan jenisnya. Mungkin ada perempuan atau laki-laki yang menurutnya menarik, sehingga ia tidak ingin sekedar berteman. Selain itu, selera anak akan berubah, mulai dari berpakaian, pilihan film, dan sebagainya. Besar kemungkinan saat membaca novel romantis atau menonton film romantis, akan memengaruhi gairah atau gejolak dalam diri anak. 

 

source: https://www.menstrupedia.com