Pada orang yang bersuku Jawa banyak yang menganut dan mempelajari peribahasa jawa sebagai panutan di kehidupan. Peribahasa jawa kuno menjadi filosofi hidup sampai saat ini. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini peribahasa jawa yang bisa Moms ketahui. 

Peribahasa Jawa Ajining Diri

Salah satu Peribahasa Jawa Kuno yang terkenal adalah Ajining Diri Soko Lathi. Peribahasa ini memiliki arti harga diri seseorang ditentukan oleh tutur katanya. 

Banyak orang yang bisa menilai kepribadian seseorang dengan cara tutur bahasa dan gaya berbicara. Jika Moms sering berbicara kasar maka orang lain akan menilai Moms adalah orang yang kasar tidak sopan dan penilaian negatif lainnya. Berbeda jika Moms selalu bertutur kata halus dan sopan, maka penilaian yang didapat adalah sesuatu yang positif. 

Peribahasa Jawa Ajining Diri Soko Lathi mengajarkan kita untuk selalu menjaga setiap tutur kata. 

Peribahasa Jawa lucu itu bisa muncul dari beberapa pintu. Bisa dari pepatah orang tua, nasihat seorang tokoh, atau tradisi lisan masyarakat.
source: https://www.kepogaul.com/lucu/kata-mutiara-bahasa-jawa-lucu/

Peribahasa Jawa Lucu

Selain mengajarkan tentang kehidupan, banyak juga peribahasa jawa lucu yang ada di lingkungan sekitar. Uniknya meskipun merupakan jenis peribahasa jawa lucu tetapi tetap memberikan makna dan nilai yang luhur. 

Seperti peribahasa "ojo dadi pengecut koyo upil sing umpetan ning ngisor meja" meskipun dianalogikan dengan kebiasaan yang kurang baik, yakni mengupil dan menyembunyikan upil di kolong meja, peribahasa ini memiliki arti yang bagus. Bahwa janganlah menjadi pengecut seperti upil yang bersembunyi di bawah meja. 



Peribahasa Jawa tentang Cinta

Banyak orang yang menjadi kecewa, sedih juga bahagia karena jatuh cinta. Pun dengan peribahasa jawa banyak memberikan pembelajaran hidup tentang cinta. Salah satu Peribahasa Jawa tentang Cinta adalah Tresno iku kadang koyo criping telo. Iso ajur nek ora ngati-ati le nggowo.

Arti dari peribahasa jawa sindiran tentang cinta di atas adalah menjaga ketulusan cinta sama dengan menjaga keripik singkong atau criping telo. Jika tidak hati-hati makan akan remuk dan hancur. Jika dijaga maka akan berakhir bahagia.