Apa itu ovulasi?


Seperti yang sudah dijelaskan diatas, ketika ovum atau sel telur seorang wanita keluar dari ovarium (indung telur) menuju tuba fallopi, disebut proses ovulasi. Di tuba fallopi inilah terjadi pembuahan antara sel telur dan sel sperma. Dan ketika sudah dibuahi, telur yang matang akan dibawa menuju rahim.

Apakah ovulasi sama dengan masa subur? Iya, beberapa wanita mengenal ovulasi sebagai masa subur wanita, masa yang tepat untuk melakukan hubungan agar terjadi kehamilan.

Apa itu ovulasi?
source: http://bunda.co


 

Berhubungan saat ovulasi?


Ovulasi akan memegang peranan penting bagi suami istri, karena ovulasi menunjukkan tingkat kesuburan seorang wanita. Selama proses ovulasi ini, sel telur melakukan perjalanan menuju tuba fallopi di mana telur akan dibuahi sperma nantinya. Manfaatkan momen ini untuk berhubungan saat ovulasi jika Moms sedang merencanakan kehamilan.

Pembuahan membutuhkan setidaknya 1 sel telur dan 1 sel sperma. Sel spema dapat hidup 3-5 hari dalam saluran reproduksi wanita. Sеdаngkаn ѕеl telur wanita hаnуа hіduр ѕеlаmа 24 jam dаn hаruѕ dibuahi dаlаm 12 jam реrtаmа ѕеjаk ovulasi.

Idealnya, lakukan hubungan intim sekitar 3 hari sebelum masa ovulasi atau selama 12-24 jam setelah ovulasi. Usahakan tidak berhubungan seksual terlalu jauh dari masa ovulasi. Jika Moms berhubungan setelah masa ovulasi, kemungkinan kehamilan kecil karena dinding rahim sudah luruh dalam menstruasi.

Tanda ovulasi berhasil dibuahi ketika Moms hamil. Artinya sel telur yang dikeluarkan berhasil dibuahi oleh sel sperma. Jika Moms tidak hamil maka tanda ovulasi gagal dibuahi dan terjadinya menstruasi. Artinya sel telur tidak berhasil dibuahi oleh sel sperma dan meluruh menjadi menstruasi/haid.
Berhubungan saat ovulasi?
source: http://nakita.grid.id


 

baca juga

Tanda Ovulasi


Ada beragam tanda ovulasi sebagai penanda datangnya masa subur. Kebanyakan wanita mengalami tanda-tanda ovulasi. Tanda ovulasi ini muncul beberapa hari sebelum terjadinya ovulasi, sementara gejala lain bisa muncul saat dan setelah terjadinya ovulasi. Beberapa tanda ovulasi yang bisa diperhatikan :
  • Perubahan lendir di serviks (lebih basah/licin dan jernih-mirip keputihan). Serviks juga dirasa lebih melunak
  • Munculnya gairan seksual, selain lebih bergairah beberapa wanita merasa lebih percaya diri dan cantik saat ovulasi terjadi
  • Perubahan suhu basal tubuh atau suhu tubuh saat istirahat. Biasanya saat masa ovulasi suhu tubuh akan lebih tinggi
  • Nyeri atau kram ringan pada panggul atau perut
Beberapa wanita dapat mengalami gejala atau tanda terjadinya ovulasi diatas namun beberapa lainnya tidak. Tidak semua wanita punya tanda ovulasi yang sama, bahkan ada yang tidak merasakannya sama sekali. Namun tidak ada tanda ovulasi bukan berarti tubuh tidak berovulasi sama sekali. Tidak mengalami gejala diatas bukan berarti tanda ovulasi gagal.
Tanda Ovulasi
source: http://parenting.dream.co.id


 

Kalkulator ovulasi


Sekarang Moms bertanya-tanya kapan ovulasi terjadi. Jika Moms memiliki siklus menstruasi 28 hari, maka kemungkinan ovulasi terjadi pada hari ke-14. Dengan catatan hari 1 adalah hari menstruasi dan hari 28 adalah hari tepat sebelum hari pertama menstruasi berikutnya.

Jika Moms memiliki siklus menstruasi yang tidak tetap, ovulasi biasanya terjadi antara hari ke-10 hingga hari ke-19 sebelum masuk siklus menstruasi berikutnya.

Tiap wanita memiliki jadwal ovulasi yang berbeda-beda. Apabila Moms masih ragu menghitung masa ovulasi, bisa coba kalkulator ovulasi yang tersedia online di sini, cukup mengisikan waktu haid terakhir dan interval hari saat haid
Kalkulator ovulasi
source: http://ibuhamil.com
Nah itu dia serba-serbi ovulasi, tidak membingungkan buat Moms kan? Dengan mengetahui masa ovulasi atau masa subur, Moms bisa merencanakan kehamilan dengan cermat. Jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter kandungan ya bagi Moms yang ingin segera dapat momongan.