Mengenal Preeklampsia pada Ibu Hamil


Secara umum, preeklampsia adalah komplikasi yang terjadi saat masa kehamilan memasuki minggu ke-20. Biasanya kondisi ini ditandai dengan meningkatkan tekanan darah secara drastis akibat gangguan perkembangan janin dalam rahim.

Gangguan ini biasanya terjadi akibat janin tidak mendapatkan makanan dan nutrisi yang cukup atau karena gangguan fungsi plasenta. Tidak hanya menimbulkan kenaikan tekanan darah, kondisi ini juga bisa mengganggu fungsi ginjal. Berikut ini adalah beberapa gejala yang timbul saat preeklampsia.
Mengenal Preeklampsia pada Ibu Hamil
source: http://oi63.tinypic.com/s3etky.jpg
  • Tekanan darah melebihi 140/90 mmHg
  • Nyeri kepala hebat, biasanya diikuti oleh gangguan penglihatan, misalnya mata kabur atau sensitif pada cahaya. Pada preeklampsia berat, hal ini bisa menyebabkan kehilangan penglihatan sementara.
  • Nyeri perut di bagian bawah tulang iga kanan.
  • Mual muntah yang terus-menerus.
  • Penurunan jumlah air kencing.
  • Gangguan ginjal dan hati. Karena kedua organ tersebut tidak berfungsi dengan baik, maka protein tidak dicerna sehingga keluar bersama air seni.
  • Kadar trombosit berkurang.
  • Sesak napas karena penumpukan cairan di paru-paru.
  • Pembengkakan pada beberapa bagian tubuh

Cara Penanganan Preeklampsia pada Ibu Hamil


Gejala ini memang tidak bisa diremehkan. Preeklampsia ringan masih bisa diatasi dengan treatment medis yang tepat. Namun jika sudah terlalu parah, kondisi ini tak hanya membahayakan bayi namun juga ibunya. Adapun dampak yang bisa mengancam ibu antara lain adalah stroke, kebutaan, gagal jantung, pendarahan hati, dan risiko besar lainnya saat melahirkan. Jika preeklampsia terjadi, beberapa penanganan yang harus dilakukan antara lain:
Cara Penanganan Preeklampsia pada Ibu Hamil
source: https://hellosehat.com
  • Memberikan obat antihipertensi untuk menurunkan tekanan darah.
  • Memberikan magnesium sulfat untuk mengurangi kejang. Biasanya diberikan jika kondisi preeklampsia sudah tergolong berat.
  • Kortiskosteroid juga perlu digunakan untuk menormalkan jumlah trombosit.
  • Makanan untuk ibu hamil preeklampsia harus memiliki kadar garam yang rendah
  • Konsumsi lebih banyak air mineral.
  • Jika memungkinkan, dokter akan menyarankan agar bayi dilahirkan secara prematur.
Tidak enak badan selama proses kehamilan memang sudah biasa terjadi karena perubahan hormon dan fungsi tubuh yang terjadi dalam tubuh ibu. Namun jangan meremehkan kondisi serius seperti preeklampsia ya, Moms. Karena tak hanya membahayakan Moms namun juga bayi di dalam kandungan. Jika gejala tersebut muncul, segera hubungi dokter.