Moms jika si kecil sedang alami diare sebaiknya moms langsung mengobati dan memeriksakan ke dokter. Karena diare yang berkepanjangan akan sebabkan kematian terutama bagi seorang bayi. Yuk, ketahui beberapa askep atau asuhan keperawatan diare moms!

Askep Diare Pada Anak

Sebagian besar penyakit diare yang terjadi pada anak-anak disebabkan oleh virus. Banyaknya cairan yang dikeluarkan oleh tubuh membuat anak mengalami gejala dehidrasi, kekurangan gizi, dan nutrisi. Menurut WHO (1980) diare adalah buang air besar dengan tekstur encer lebih dari 3x sehari.

Diare menurut asal mulanya dibagi menjadi dua yaitu diare akut dan diare kronis. Diare dapat terjadi akibat bakteri, infeksi pada bagian organ tubuh, makanan, malabsorbsi, dan psikologis seperti rasa takut atau cemas. Diare dapat terjadi pada anak saat dua tahun pertama kehidupan dan risiko paling tinggi dialami oleh bayi yang berumur 6-11 bulan.

Adanya kuman di dalam usus merangsang kekebalan sehingga terjadi infeksi. Pada umur 2 tahun imunitas mulai aktif terbentuk. Kebanyakan diare pada anak disebabkan oleh infeksi usus asimptomatik dan kuman enterik yang telah menyebar ketika sudah terjadi infeksi yang parah.

Ciri-ciri diare pada anak biasanya BAB akan berwarna kuning kehijauan, bercampur lendir, bahkan lebih parahnya lagi darah. Selain itu anak akan sering menangis, gelisah, suhu tubuh meningkat, dan nafsu makan berkurang.

Apa Sih Askep Diare Itu? Yuk Cari Tahu di Sini, Moms!
source: https://id.pinterest.com


 

Askep Diare Lengkap


Diare akut dapat disebabkan karena adanya bakteri, nonbakteri maupun adanya infeksi:

  1. Bakteri penyebab yang menyebabkan diare akut adalah Escherichia coli, Salmonella, dan Shigella. Diare akibat toksin Clostridium difficile dapat diberikan terapi antibiotik.
  2. Rotavirus merupakan penyebab diare nonbakteri (gastroenteritis) yang paling sering.
  3. Penyebab lain diare akut adalah infeksi lain (infeksi traktus urinarius dan pernapasan atas), pemberian makan yang berlebihan, antibiotik, toksin yang teringesti, iriitable bowel syndrome, enterokolitis, dan intoleransi terhadap laktosa.


Diare kronis biasanya dikaitkan dengan satu atau lebih penyebab berikut ini:

  1. Sindrom malabsorpsi
  2. Defek anatomis
  3. Reaksi alergik
  4. Intoleransi laktosa
  5. Respons inflamasi
  6. Imunodefisiensi
  7. Gangguan motilitas
  8. Gangguan endokrin
  9. Parasit
  10. Diare nonspesifik kronis


Faktor predisposisi diare antara lain, usia yang masih kecil, malnutrisi, penyakit kronis, penggunaan antibiotik, air yang terkontaminasi, sanitasi atau higiene buruk, pengolahan dan penyimpanan makanan yang tidak tepat.

Askep Diare Lengkap
source: https://id.pinterest.com


 

baca juga

Askep Diare Akut

Diare akut adalah diare yang terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari 7 hari pada bayi dan anak yang sebelumnya dalam keadaan sehat. Menurut WHO (2009) diare persisten adalah diare akut dengan atau tanpa disertai darah dan berlanjut sampai beberapa minggu. Moms jika diare disertai dehidrasi sedang atau berat maka diare akut tersebut dapat dikatakan berat. 

Anak yang menderita gizi buruk dapat terserang diare akut sehingga memerlukan perawatan di rumah sakit dan penanganan khusus. Terjadinya kekurangan gizi pada anak usia toddler sangat rentan sekali mengalami diare. Cara pengelolahan makanan yang tidak benar juga menjadi salah satu faktor terjadinya diare. Moms perlu menjaga kebersihan, pola makan, dan kebiasan cuci tangan.



Secara klinis diare akut akan menimbukan gejala seperti:

  • Akan hilang dalam waktu 72 jam dari onset.
  • Onset yang tak terduga dari buang air besar encer, gas-gas dalam perut, rasa tidak enak, nyeri perut.
  • Nyeri pada kuadran kanan bawah disertai kram dan bunyi pada perut.
  • Demam.
Askep Diare Akut
source: https://id.pinterest.com


 

Askep Diare Nanda NIC NOC


Diagnosa Keperawatan Nanda Nic Noc
  • Defisit volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan aktif 
  • Risiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan ekskresi b/d BAB sering
  • Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan adanya penurunan intake makanan
  • Cemas berhubungan dengan perubahan status kesehatan
Rencana Asuhan Keperawatan
  • Mengajarkan kepada orang tua mengenai cara perawatan anak yang mengidap diare dengan pemberian minuman dan makanan (missal oralit).
  • Mengajarkan mengenai tanda-tanda dehidrasi yaitu ubun-ubundan mata cekung, membran mukosa kering dan turgor kulit tidak elastis.
  • Menjelaskan kepada orang tua tentang obat-obatan yang diberikan, serta efek samping dan kegunaan dari obat tersebut.
Askep Diare Nanda NIC NOC
source: https://mommyasia.id


 

baca juga

Askep Diare Pada Dewasa


Diare adalah penyakit yang ditandai dengan buang air besar yang lembek atau cair. Menurut lamanya terdapat 3 jenis diare:

  1. Diare akut yang berlangsung beberapa hari hingga seminggu.
  2. Diare yang berlangsung selama 3 minggu.
  3. Diare kronis yang berlangsung lebih dari 4 minggu.

Diare merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi pada beberapa orang. Rata-rata orang dewasa mengalami diare 4 kali setahun. Setiap orang, tanpa memandang usia dan jenis kelamin, dapat mengalami diare.

Diare merupakan salah satu penyebab paling umum di mana orang-orang mencari pertolongan medis, karena penyakit diare ada kondisi yang ringan, sementara, hingga membahayakan nyawa. Apabila diare berlangsung terlalu lama tanpa ditangani, diare dapat menjadi pertanda gangguan serius, seperti Inflammatory Bowel Disease (penyakit radang usus), Irritable Bowel Syndrome (IBS), sindrom iritasi usus.

Askep Diare Pada Dewasa
source: https://mommyasia.id

Penyakit diare merupakan penyakit yang tak dapat disepelakan ya moms, terutama jika itu terjadi pada si kecil. Daya tahan tubuh si kecil jauh lebih rentan ketimbang tubuh orang dewasa. Penyakit diare sendiri sangat berbahaya hingga menyebabkan kematian. Beberapa askep diare di atas semoga bermanfaat moms. Tetap sehat bersama si kecil ya moms!