Tidak semua ibu hamil bisa menjalani proses melahirkan dalam air. Ada sejumlah kondisi kesehatan yang harus dipenuhi. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Persiapan Melahirkan Dalam Air

Meski bisa dilakukan di rumah sendiri, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelum melahirkan dalam air. Pertama-tama, sebaiknya moms berkonsultasi pada dokter dan bidan. Tanyakan apakah kondisi kehamilan memungkinkan untuk dilanjutkan dengan proses persalinan water birth.

Setelah itu tentukan di mana proses persalinan akan dilakukan, rumah sakit atau rumah sendiri. Jika memilih opsi kedua, pastikan semua peralatan dan fasilitas tersedia. Siapkan bak air untuk melahirkan, sumber air bebas kuman dengan suhu 35-38 derajat celcius, serta ruangan dengan suhu nyaman. Akan lebih baik jika sebelumnya dilakukan simulasi terlebih dulu.

 

Water Birth, Proses Melahirkan Dalam Air yang Bermanfaat Sekaligus Berisiko
source: https://www.entitymag.com

Tahapan Melahirkan Dalam Air

Begitu terjadi kontraksi terus-menerus dan leher rahim mulai melebar, siapkan bak berisi air hangat dan hubungi bidan serta dokter. Jangan lupa sediakan lap bersih dan air minum untuk menghindari dehidrasi.

Berikutnya adalah proses persalinan. Jangan buru-buru masuk ke dalam air ya moms. Beberapa ahli menyebutkan kondisi ideal adalah ketika leher rahim sudah melebar setidaknya hingga lima sentimeter. Posisi melahirkan bisa dipilih sesuai yang dirasa paling nyaman, entah jongkok, bersandar, berlutut, atau lainnya.

Begitu ada dorongan yang tepat, bayi akan keluar dari mulut rahim. Ibu tidak perlu terlalu kuat mengejan karena sudah terbantu dorongan air. Nantinya dokter dan bidan harus sigap mengangkat bayi secara perlahan, agar tali pusarnya tidak lepas dan rusak.

Setelah semua proses tersebut selesai, langkah berikutnya adalah melahirkan plasenta. Tahapan ini juga bisa dilakukan di dalam air. Namun jika terlalu lama, Sang Ibu bisa melanjutkan proses ini di luar air.

 

Water Birth, Proses Melahirkan Dalam Air yang Bermanfaat Sekaligus Berisiko
source: https://www.dailymail.co.uk

Manfaat Melahirkan dalam Air

Tak cuma sekedar trendi, melahirkan dalam air memiliki banyak manfaat untuk sang ibu. Pertama, ibu akan merasa lebih rileks karena otot-otot dalam tubuh lebih elastis ketika berendam dalam air. Mengejan juga terasa lebih mudah, sehingga rasa sakit pun berkurang. Selain itu prosesnya pun relatif lebih cepat.

Sementara bagi sang bayi, water birth juga punya banyak manfaat positif. Selain mengurangi risiko cedera, peredaran darah dalam tubuh juga lebih lancar sehingga tubuh bayi bisa lebih cepat memerah.

Risiko Melahirkan dalam Air

Meski sepintas terlihat sederhana dan mudah, metode water birth bukan berarti tak berisiko sama sekali. Jika tidak dilakukan secara cermat, berpotensi membuat sang bayi kehilangan nyawa setelah keluar dari mulut rahim. Hal ini biasanya terjadi karena bayi menelan air.

Oleh karena itu, pastikan air yang digunakan sangat steril. Suhunya juga harus sama dengan suhu di dalam rahim ibu, agar bayi tidak terkejut karena perbedaan temperatur. Jika proses persalinan berlangsung terlalu lama, water birth juga berbahaya untuk sang ibu. Resiko terkena hipotermia atau suhu tubuh terlalu rendah akan semakin besar.

Well, melahirkan dalam air ternyata tak semudah yang disangka ya moms. Banyak persiapan dan proses harus dilalui agar bayi lahir sempurna. Oleh karena itu, lakukanlah konsultasi dengan dokter atau ahli kandungan sebelum membuat keputusan.