Bagaimana seseorang bisa didiagnosa hernia? Menurut dr. Laura Marusinec, setiap organ tubuh manusia berada dalam sebuah rongga. Bila ada sebagian jaringan atau keseluruhan organ yang menonjol keluar dari rongga tersebut, maka kondisi inilah yang disebut hernia.

Penyakit hernia tidak hanya rentan bagi pria dan wanita dewasa, tapi juga pada bayi dan anak-anak. Nah, ada baiknya Moms memahami dengan baik seluk beluk serta langkah pencegahan penyakit yang juga dikenal dengan turun berok ini!

Seputar Hernia

Secara letak, ada 5 jenis penyakit hernia. Berikut diantaranya.
1. Hernia hiatal. Ini adalah kondisi ketika kerongkongan turun melewati diafragma melalui celah yang disebut hiatus sehingga sebagian perut menonjol ke dada.
2. Hernia epigastrik. Terjadi di antara pusar dan bagian bawah tulang rusuk di dinding perut yang lemah. Hernia ini cenderung menimbulkan rasa sakit.
3. Hernia umbilical. Berkembang di dalam dan sekitar umbilikus (pusar) dan disebabkan oleh bukaan pada dinding perut yang tidak menutup secara sempurna saat bayi dilahirkan.
4. Hernia inguinalis. Ditandai dengan munculnya tonjolan di selangkangan atau skrotum, inilah hernia yang paling umum terjadi dan sering disebut “turun berok”. Hernia jenis ini lebih sering diidap oleh anak laki-laki, daripada anak perempuan.
5. Hernia femoralis muncul sebagai tonjolan di pangkal paha. Sebaliknya, hernia tipe ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria.
 

Seputar Hernia
baca juga

Penyebab Hernia

Umumnya, semua jenis hernia disebabkan oleh tekanan dan kelemahan otot. Dengan kata lain, apapun yang menyebabkan peningkatan tekanan di perut dapat menyebabkan hernia.
Berikut beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami hernia:

  • Bayi prematur dan bayi dengan berat lahir rendah
  • Obesitas
  • Mengangkat benda-benda berat
  • Diare atau sembelit
  • Batuk berkepanjangan
  • Kehamilan
Penyebab Hernia

Hernia pada Bayi

Jenis hernia pada bayi umumnya adalah hernia umbilikalis dan hernia inguinalis. Keduanya tidak berbahaya, tetapi jika tidak ditangani dengan tepat bisa berdampak buruk  bagi si Kecil.

Mendeteksi Hernia Umbilikalis
Hernia umbilikalis lebih sering terjadi pada bayi perempuan yang terlahir prematur.  Moms patut curiga jika melihat adanya  tonjolan lunak atau pembengkakan pada area pusar ketika Si Kecil menangis, batuk, atau mengejan saat buang air besar. Kabar baiknya, tanpa perawatan medis pun, tonjolan ini bisa menghilang sendiri sebelum si Kecil berusia 1 tahun. 

Mendeteksi Hernia Inguinalis
Bagi Moms yang memiliki bayi laki-laki, perhatikan apakah ada benjolan sebesar ibu jari di area genital atau skrotum si Kecil. Khususnya jika ia sedang menangis atau aktif bergerak. Jika ada, maka segera periksakan hernia inguinalis yang diidap oleh si Kecil.
 

Hernia pada Bayi
baca juga

Hernia pada Anak

Jangan menganggap sepele penyakit hernia pada anak. Pasalnya, penyakit ini dapat menyebabkan gangguan organ dalam seperti usus serta memnghambat suplai darah. Penanganan yang keliru, akan menyebabkan masalah ini berlanjut saat si kecil beranjak dewasa.

Bila terjadi di bawah usia 1 tahun, hernia masih dapat diobati dengan perawatan medis ringan. Namun, jika terjadi pada anak berusia 3 tahun ke atas, si kecil harus menjalani operasi hernia umbrikalis.
 

Hernia pada Anak

Pencegahan Hernia

Agar tercegah dari hernia, pastikan Moms menerapkan gaya hidup sehat ini bagi keluarga di rumah.

  • Berhenti merokok. Hal ini dikarenakan rokok memicu batuk kronis yang dapat mencetus risiko hernia.
  • Jagalah berat badan tetap ideal dengan berolahraga secara teratur.
  • Rajin mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti buah, sayuran, dan biji-bijian agar terhindar dari sembelit atau konstipasi.
  • Hindari mengangkat beban berlebih.
  • Berkonsultasilah dengan dokter jika si kecil mengalami batuk atau bersin yang berkelanjutan.
Pencegahan Hernia

Moms tak perlu khawatir. Dengan pengobatan dan perubahan pola hidup yang tepat, risiko hernia pada si kecil dapat diminimalisir.