1) Diabetes Gestasional

Karena pola makan yang keliru, bumil jadi berisiko mengalami kenaikan gula darah. Nah, kondisi inilah yang dikenal sebagai diabetes gestational atau diabetes kehamilan. Tipe diabetes ini sering menyerang ibu di usia kehamilan di atas 6 bulan. Kabar baiknya, diabetes gestasional akan sembuh setelah ibu melahirkan, namun apabila ibu tidak bisa menjaga kesehatannya dengan baik, maka kemungkinan diabetes gestasional akan berubah menjadi diabetes tipe 2.

 
1) Diabetes Gestasional
source: http://www.bbc.com


 

baca juga

2) Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Ibu hamil sangat rentan mengalami infeksi saluran kemih (ISK) karena vagina cukup dekat dengan saluran pembuangan. ISK bisanya disebabkan karena bakteri E.Coli menyerang sistem saluran kemih yang terdiri atas ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. ISK ini cukup berbahaya dan mengganggu kehamilan, bahkan menjadi penyebab bayi meninggal. So, waspada ya Moms dengan infeksi ini, dan selalu pastikan bersihkan area kewanitaan dengan benar setelah buang air. 

 

2) Infeksi Saluran Kemih (ISK)
source: http://thestir.cafemom.com


 

3) Infeksi Jamur

Pada vagina ada spora yang tumbuh dengan normal dan tidak berbahaya. Nah, saat hamil produksi gula cenderung meningkat, akibatnya kadar glikogen pun menjadi tinggi. Kadar glikogen yang tinggi ini mengubah spora menjadi hifa. Hifa inilah yang menyebabkan daerah sekitar vagina menjadi gatal sehinggu memicu timbulnya infeksi jamur. Selain glikogen, lingkungan sekitar vagina yang lembap juga bisa menjadi pemicu infeksi jamur. Apalagi ibu hamil mudah sekali berkeringat, terutama jika berada di luar ruangan.

 

3) Infeksi Jamur
source: http://mommyprojectsd.com


 

baca juga

4) Sakit Batu Empedu

Penyakit ibu hamil yang juga sering terjadi adalah batu empedu. Saat hamil, kadar estrogen dalam tubuh cenderung meninggi. Hal itu berlangsung dalam waktu cukup lama yakni selama 9 bulan kehamilan. Nah, kadar estrogen yang tinggi ini menimbulkan peningkatan kadar kolesterol. Apabila jumlah kolesterol itu tidak bisa dipertahankan dalam bentuk cair, maka akan terjadi kepadatan yang disebut batu empedu.

 

4) Sakit Batu Empedu
source: http://www.growingyourbaby.com


 

5) Deep Vein Thrombosis (DVT)

Risiko penggumpalan darah pada vena semakin meningkat selama kehamilan dan 6 minggu paska melahirkan. Perubahan pembuluh darah saat hamil ini pun akan menyebabkan kamu berisiko terkena Deep Vein Thrombosis (DVT), yang biasanya muncul di pembuluh darah yang berada pada bagian paha dan betis. Biasanya DVT ini dikenal sebagai varises. DVT yang parah dan mematikan adalah apabila terjadi pada paru-paru. 

 

5) Deep Vein Thrombosis (DVT)
source: http://mobincoo.com


 

6) Radang Panggul

Peradangan pada bagian panggul ini disebabkan infeksi bakteri yang masuk ke vagina dan bergerak ke rahim melalui tuba falopi. Risiko infeksi akan berkurang saat selaput lendir telah disegel pada serviks dan biasanya terjadi pada usia kehamilan pada pertengahan trimester pertama. So, hati-hati ya, Moms, jaga kesehatanmu!

6) Radang Panggul
source: http://voiceboks.com