Menurut pakar pengasuhan anak, menyusui bayi sambil tiduran merupakan salah satu posisi favorit ibu. Pasalnya, posisi ini membantu ibu beristirahat lebih rileks serta mengoptimalkan ikatan bonding antara Moms dan si Kecil. Namun, pastikan tetap waspada ya Moms, saat melakukan posisi yang satu ini. Pasalnya, ada sejumlah risiko kesehatan yang dapat terjadi saat menyusui si Kecil sambil tiduran. Apa saja hal yang harus Moms perhatikan? Simak selengkapnya.

Seputar Menyusui Bayi

Frekuensi menyusui harus disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Perhatikan tanda-tanda bila bayi kelaparan dan selalu susui bayi tepat waktu. Menyusui bayi baru lahir harus dilakukan sebelum si Kecil mulai kelaparan. Jika bayi dibiarkan kelaparan terlalu lama, ini akan memengaruhi perkembangannya dan mencetus masalah komplikasi kesehatan.

Seiring waktu, Moms pasti kian piawai dalam mendeteksi kapan waktunya si Kecil merasa lapar. Agar tak bingung, berikut kisaran frekuensi menyusui yang dianjurkan:

  1. Bayi usia 0-3 bulan menyusu setiap 2-3 jam.
  2. Bayi 3-6 bulan menyusu setiap 3-4 jam.
  3. Bayi 6-9 bulan mulai mengonsumsi MPASI dan menyusu setiap 4-5 jam.
  4. Bayi 9-12 bulan makan MPASI 3-5 kali/hari dan beri ASI setiap 4-5 kali/hari.
Seputar Menyusui Bayi
baca juga

Manfaat Menyusui sambil Berbaring

Membantu aliran ASI lebih cepat.
Posisi menyusui sambil tiduran membuat bayi lebih mudah mengendalikan aliran ASI. Bayi dapat menjauh dari payudara ketika aliran ASI cepat, lalu kembali mendekati payudara ketika aliran ASI melambat. 

Posisi yang nyaman jika Moms mengalami nyeri punggung.
Menyusui sambil tiduran bisa jadi cara tepat untuk mengurangi tekanan, terutama pada punggung bagian bawah.

Metode menyusui yang lebih nyaman bagi Moms selama masa pemulihan pasca-persalinan.
Bagi Moms yang memiliki luka sobekan perineum akibat episiotomi saat melahirkan, tentu tidak mudah untuk menyusui sambil duduk. Karena itu, menyusui sambil tiduran bisa dijadikan opsi yang nyaman untuk mengurangi bengkak di area jahitan. Begitu pula untuk Moms yang baru sjaa menjalani operasi caesar. Moms dapat terhindar dari beban bayi pada luka sesar, dengan mengandalkan posisi ini.

Memudahkan bagi Moms yang berpayudara besar.
Cukup sulit bagi ibu dengan payudara besar untuk memposisikan dan melakukan pelekatan akibat sulitnya melihat puting dan mulut bayi. Menyusui sambil tiduran bisa menjadi solusi. Moms dapat lebih leluasa untuk melakukan pelekatan dengan tepat dan efektif.
 

Manfaat Menyusui sambil Berbaring

Bahaya Menyusui sambil Tiduran

Bagaimanapun nyamannya, jangan melakukan posisi menyusui sambil tiduran setiap hari ya, Moms. Posisi ini disarankan hanya ketika ibu tidak bisa memegang bayi sambil duduk tegak. Bila kondisi Moms sudah membaik pada masa pemulihan setelah melahirkan, maka sebaiknya menyusuilah si Kecil sambil duduk. Pasalnya, jika terlalu sering melakukan posisi menyusui yang satu ini, ada sejumlah risiko kesehatan yang mengintai, antara lain:

  1. Risiko  ASI terserap ke paru-paru bayi. Kemungkinan ASI masuk di paru-paru akibat aspirasi, cukup tinggi pada bayi yang sering disusui dengan posisi berbaring. Bayi dapat tersedak. Pada kasus yang fatal, kondisi ini dapat mengancam keselamatan jiwa si Kecil.
  2. Kolik. Inilah kondisi ketika bayi menghirup udara bersama ASI yang diisap. Akibatnya, dapat memicu nyeri perut sehingga si Kecil pun akan rewel, menangis, dan tidak merasa nyaman.
  3. Infeksi telinga. Jika ASI tumpah dari mulut dan mengalir ke saluran telinga, ini dapat mengakibatkan infeksi pada telinganya.
  4. Sindrom kematian mendadak (SIDS). Posisi menyusui sambil berbaring juga berisiko insiden kematian bila payudara Moms menutupi hidung bayi karena tertidur saat menyusui si Kecil.
Bahaya Menyusui sambil Tiduran
baca juga

Cara Tepat untuk Menyusui sambil Tiduran

Ada 2 cara efektif untuk menyusui sambil tiduran, yaitu berbaring telentang atau berbaring miring.

Menyusui sambil tiduran versi berbaring (lied-back)
Posisi ini serupa dengan posisi Inisiasi Menyusui Dini yang sudah dikenal baik oleh si Kecil. Berikut caranya.

  • Berbaring dan buatlah diri Moms senyaman mungkin.
  • Moms dapat menggunakan bantal untuk menyokong punggung, lengan, dan kepala Moms.
  • Letakkan si Kecil di atas perut Moms. Pastikan perut bayi juga menyentuh perut Moms dan biarkan kepalanya menghadap ke atas.
  • Kondisikan hidung si Kecil sejajar dengan bagian bawah puting Moms.
  • Gunakan lengan Moms untuk memeluk punggung si Kecil.
  • Biarkan si Kecil berinisiatif secara alami untuk menemukan puting dan mulai menyusu.

Cara menyusui sambil tiduran versi miring (side-lying)

  • Rilekskan diri Moms sambil berbaring miring ke salah satu sisi tubuh bagian samping di atas kasur, sofa, atau lantai
  • Gunakan bantal di bawah sandaran kepala agar Moms lebih nyaman. Luruskan badan agar punggung Moms tidak sakit.
  • Letakkan si Kecil di samping dengan posisi kepalanya mengarah ke payudara Moms.
  • Tarik lengan Moms, jadikan itu penopang kepala si Kecil. Agar lebih aman, Moms juga bisa meletakkan bantal di belakang punggung bayi.
  • Sejajarkan mulut si Kecil dengan puting. Lakukan pelekatan dengan tepat dan perlahan.
  • Biarkan si Kecil mengisap dan menyusu dengan nyaman hingga ia merasa cukup. 
     
Cara Tepat untuk Menyusui sambil Tiduran

Jangan lupa, cucilah kedua tangan Moms dengan sabun sebelum menyusui. Tujuannya agar tidak ada penularan kuman dan bakteri selama Moms berinteraksi dengan si Kecil.