Ada 2 jenis Coparcetin, yaitu Coparcetin kaplet dan Coparcetin syrup. Tentu dosisnya berbeda ya Moms. Biasanya Coparcetin kaplet diperuntukkan untuk dewasa, sedangkan Coparcetin Kid atau Coparcetin Syrup diperuntuk untuk anak-anak.

Obat ini termasuk dalam kategori obat bebas, jadi Moms tidak perlu resep dokter untuk membelinya. Maka dari itu Moms wajib tahu betul apa kegunaan dan bagaimana mengonsumsinya agar tidak salah dosis. Yuk Moms, cari tahu selengkapnya di sini.

Coparcetin Kaplet

Coparcetin Kaplet mengandung acetaminophen/paracetamol (obat yang memiliki aktivitas sebagai antipyretic sekaligus analgetic), ephedrine (obat amina simpatomimetik, dalam sediaan obat ini bertindak sebagai bronkodilatator), guaiphenesin/ glyceryl guaiacolate (obat batuk yang termasuk ekspektoran), dan chlorpheniramine maleate (obat alergi golongan antihistamin generasi pertama).

Coparcetin Kaplet dipasarkan bebas dengan kemasan box, isi 10 strip @10 kaplet dengan harga Rp 5 Ribu per stripnya. Coparcetin Kaplet ini mengandung zat aktif (nama generik) seperti, paracetamol 500 mg, ephedrine HCl 8 mg, chlorpheniramine maleate 2 mg, dan glyceryl guaiacolate 100 mg.
Ketahui Kegunaan dan Aturan Konsumsi Coparcetin, Jangan Sampai Salah Dosis Moms
source: https://www.goapotik.com/
Dosis Coparcetin Kaplet

Coparcetin Kaplet diberikan dengan dosis sebagai berikut :
  • Dewasa dan anak usia lebih dari 12 tahun: 3 x sehari 1 kaplet.
  • Anak (6-12 tahun): 3 x sehari ½ kaplet atau menurut petunjuk dokter.
Efek Samping Coparcetin Kaplet

Selama Moms mengikuti dosis yang tertera pada petunjuk obat, maka Coparcetin akan ama dikonsumsi. Namun agar Moms tidak khawatir, berikut ini beberapa efek samping Coparcetin Kaplet yang mungkin terjadi:
  • Menyebabkan kerusakan hati terutama jika penggunaanya melebihi dosis yang dianjurkan. Potensi efek samping ini meningkat pada pengguna alkohol.
  • Efek samping ringan pada saluran pencernaan misalnya mual dan muntah. Pada penggunaan dosis yang lebih tinggi diketahui meningkatkan resiko terjadinya perdarahan lambung.
  • Efek samping pada ginjal relatif jarang. Namun pada penggunaan jangka panjang, dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal termasuk gagal ginjal akut.
  • Efek samping pada kulit kejadiannya jarang. Pada tahun 2013, FDA (US Food and Drug Administration) memperingatkan kemungkinan terjadinya efek pada kulit seperti sindrom stevens-johnson dan nekrolisis epidermal toksik akibat pemakaian obat yang mengandung paracetamol. Meski hal ini sangat jarang namun bisa fatal jika terjadi.
  • Obat ini juga bisa menyebabkan sakit kepala, mengantuk, vertigo, gangguan psikomotor, aritmia, takikardi, mulut kering, palpitasi, dan retensi urin.

Coparcetin Syrup


Coparcetin Syrup atau Coparcetin Kid merupakan obat yang digunakan untuk mengobati gejala flu pada anak seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin disertai batuk. Coparcetin Sirup mengandung paracetamol, sebagai antipyretic sekaligus analgetic, glyceryl guaiacolate,

Obat ini termasuk ekspektoran, mengandung Efedrina HCl, obat nasal decongestan yang merupakan stereoisomer dari norephedrine, dan chlorpheniramine maleate. Juga termasuk obat alergi golongan antihistamin generasi pertama.

Coparcetin Syrup dipasarkan bebas dengan kemasan botol kaca berukuran 60 ml. Obat ini mengandung Paracetamol 120 mg, Glyceryl guaiacolate 50 mg, Efedrina HCl 4 mg, Chlorpheniramine maleate 1 mg pada setiap 5 ml. Untuk coparcetin harga ini cukup terjangkau, Coparcetin Syrup 60 ml harganya adalah Rp 8 Ribu.
Coparcetin Syrup
source: https://www.klik-apotek.com/

Dosis & Cara Mengonsumsi:

  • Dosis bayi usia < 1 tahun : 3 kali sehari ½ sendok teh.
  • Dosis anak usia 1-6 tahun : 3 kali sehari 1 sendok teh.
  • Dosis anak usia 6-12 tahun : 3 kali sehari 2 sendok teh.
  • Dosis dewasa : 3 kali sehari 4 sendok teh.

Efek Samping:

Efek samping Coparcetin Syrup yang mungkin terjadi adalah Mengantuk, gangguan pencernaan, Insomnia, gelisah, mulut kering. Penggunaan dosis besar dan jangka panjang menyebabkan kerusakan hati. 

baca juga

Amankah Coparcetin untuk ibu menyusui?


Sebagai obat pereda gejala flu, maka Coparcetin mengandung paracetamol. Nah, paracetamol biasanya ikut keluar bersama ASI meskipun jumlahnya sedikit. Karena jika Moms saat ini sedang dalam kondisi menyusui, alangkah lebih baiknya jika berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai konsumsi obat Coparcetin ini.

Amankah Coparcetin untuk ibu menyusui?
source: http://style.tribunnews.com/
Itu tadi kegunaan dan dosis yang tepat penggunaan obat Coparcetin Kaplet maupun Coparcetin Syrup. Semoga bermanfaat ya, Moms.