Apa Itu Kehamilan Kosong?

Apa itu Kehamilan Kosong dan Bisakah Dipertahankan?

Kehamilan kosong adalah sebuah kondisi ketika kantong kehamilan berkembang tanpa embrio. Kasus ini cukup umum terjadi, Moms, ditandai dengan terjadinya lebih dari 150 ribu kasus di indonesia setiap tahun. Kehamilan kosong sering juga disebut blighted ovum. Kasus ini berbeda dengan hamil anggur maupun hamil di luar kandungan yang selama ini sering Moms jumpai sebagai topik obrolan bersama ibu-ibu yang lain.

Wanita yang mengalami kehamilan kosong akan seolah-olah merasa bahwa dirinya sedang hamil, padahal sesungguhnya di dalam rahim tidak terdapat janin. Hal ini terjadi karena telur yang telah dibuahi tidak tumbuh menjadi embrio.

Apa Saja Hal yang Menjadi Penyebab Kehamilan Kosong

Apa itu Kehamilan Kosong dan Bisakah Dipertahankan?

Ada banyak hal yang dipercaya menjadi penyebab kehamilan kosong, Moms. Salah satu di antaranya adalah kelainan kromosom. Dengan adanya kelainan kromosom, tubuh ibu tidak akan melanjutkan perkembangan janin. Nah, kelainan kromosom ini pada umumnya disebabkan oleh sel telur maupun sperma yang kualitasnya kurang baik.

Di luar faktor kromosom yang mengalami kelainan, kebiasaan maupun gaya hidup yang buruk juga bisa menyebabkan kehamilan kosong, Moms. Sebut saja, merokok, minum minuman keras, dan mengonsumsi obat-obatan terlarang. Kurangnya asupan gizi juga merupakan faktor yang paling utama. Apalagi jika kehamilan terjadi jika Moms sudah melebihi usia 35 tahun.

baca juga

Apa Saja Tanda-Tanda Kehamilan Kosong?

Apa itu Kehamilan Kosong dan Bisakah Dipertahankan?

Penjelasan tentang kehamilan kosong tentu membuat Moms penasaran tentang tanda-tanda kehamilan kosong, kan? Nah, jika Moms mengalami kehamilan kosong, umumnya akan muncul tanda-tanda yang serupa dengan kehamilan biasa. Inilah yang membuat Moms tidak menyadari bahwa ada masalah.

Setelah delapan minggu, kehamilan kosong baru terjadi. Pada kasus kehamilan kosong, banyak wanita yang mengalami kram perut dengan level ringan. Tulang panggul juga terasa nyeri. Sementara itu, pada beberapa kasus juga biasa ditemui pendarahan di vagina.

Akan tetapi, meskipun ada beberapa hal yang umum menjadi tanda kehamilan kosong, Moms perlu diagnosis medis dengan menjalani uji laboratorium.

Apakah Kehamilan Kosong Bisa Dipertahankan?

Apa itu Kehamilan Kosong dan Bisakah Dipertahankan?

Pasti Moms juga bertanya-tanya, kehamilan kosong bertahan berapa lama? Dan apakah harus digugurkan?

Nah, Moms harus berkonsultasi dengan dokter ahli untuk mengetahui dengan pasti. Kehamilan kosong bisakah dipertahankan? Secara teori, karena janin tidak berkembang, tentu kehamilan kosong tidak dapat dipertahankan.

Namun, jangan khawatir, Moms. Menurut beberapa sumber, perempuan pada umumnya hanya mungkin mengalami kehamilan kosong dalam hidupnya. Dalam jangka waktu enam bulan setelah kehamilan kosong, Moms sudah bisa menjalani kehamilan lagi. Dipercaya bahwa hamil kembali setelah enam bulan keguguran akan memberikan peluang yang cukup besar bagi Moms untuk mendapatkan kehamilan yang sehat. Karena itulah, Moms tidak perlu berkecil hati. Moms hanya perlu mempersiapkan diri kembali, baik secara fisik dan mental untuk menjalani kehamilan selanjutnya.