1) Bully adalah hal yang serius. Karena itu, dorong anak untuk tidak mengabaikannya. Mengabaikan bully bukanlah sebuah solusi karena akan berlanjut terus-menerus. Beritahu anak bahwa sebisa mungkin hentikan saat melihat bully terjadi kepada orang lain. Di sini biasanya kecerdasan kreatif anak dilatih untuk mencari jalan keluar dan memecahkan masalah. 


2) Sebelum anak masuk ke sekolah, beritahukan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi saat bergaul dengan teman-teman sekolahnya. Bully bisa terjadi kapan saja dan mungkinan anakmu bisa jadi korbannya. Dengan begitu anak lebih bersiap menghadapi dan melawannya. Katakan bahwa tak apa melapor kepada guru atau orang dewasa lainnya tentang bully yang dialaminya. 

 

Say No to Bully! Ajarkan Anak Menghadapinya dengan Jurus Ampuh Ini!
source: http://www.nydailynews.com


3) Bekali anak dengan keberanian dan ketegasan untuk menghentikan bully. Anak perlu berbicara dengan si tukang bully, bahkan melihat ke dalam matanya untuk memintanya menghentikan kelakuan buruk yang dilakukannya. Kalau misalnya hal ini tidak berhasil, maka sarankan anak untuk pergi menjauh dalam keadaan tenang, tanpa rasa marah, takut ataupun buru-buru kabur. 


4) Ajarkan anak untuk memiliki teman yang banyak dan menjauhi si tukang bully. Alangkah bagusnya kalau anak akrab dengan kakak kelas atau seniornya di sekolah.


5) Jangan sekali-kali menyembunyikan tindakan bully yang dialami. Segeralah berbicara dengan orang dewasa baik itu orangtua, saudara, guru, konselor dan sahabatnya. 
 

Say No to Bully! Ajarkan Anak Menghadapinya dengan Jurus Ampuh Ini!
source: http://autodo.info/pages/b/bully-at-school/

6) Bentuk bully ada bermacam-macam, seperi verbal dan non verbal. Ajarkan anak untuk mengidentifikasi bentu-bentuk bullying sehingga ia memahami sekecil apapun tindakan kasar dari teman atau seniornya, itu merupakan tindakan bully pada anak yang harus dihentikan. 


7) Ajarkan anak untuk tidak diam saja saat melihat tindakan bully, baik itu terjadi pada dirinya atau teman-temannya. 


8) Efek bullying akan dirasakan anak dalam waktu yang lama, bahkan ketika ia dewasa nantinya. Karena itu, penting sekali membekalinya dengan keberanian menghadapi bully, untuk mengurangi dampak buruk pada psikis anak. 

 
baca juga
Say No to Bully! Ajarkan Anak Menghadapinya dengan Jurus Ampuh Ini!
source: http://planandprepared.com


9) Kamu juga bisa mengajak anak untuk melakukan role play, dengan berpura-pura menjadi tukang bully dan anak jadi korbannya. Selama role play ini, diskusikanlah dengan anak mengenai cara-cara yang ia bisa lakukan untuk menghadapi bully pada anak. 


10) Bicaralah dengan pihak sekolah mengenai bully. Usahakan sekolah memiliki rencana untuk mencegah dan menyelesaikan tindakan bully yang dialami oleh murid-murid.