1) Buatlah Anak Nyaman Bercerita tentang Bully yang Dialaminya

Saat anak datang dan berbicara soal bully yang dialaminya, hindari memberikan reaksi emosional berupa marah dan langsung menghubungi orangtua si pembully atau pihak sekolah. Dengarkan terlebih dahulu keseluruhan ceritanya, dan berikan dukungan kepada anak. Lalu, diskusikan langkah apa yang akan diambil untuk menyelesaikannya.

Ingat pula bahwa jangan sampai tindakan penyelesaian malah akan memperburuk situasi dan membuat anak malu di sekolah. Setelah itu, barulah bicara dengan pihak sekolah mengenai tindakan bully yang dialami anakmu. 

 

source: https://www.verywell.com


 

2) Ajarkan Anak untuk Berkata "Berhenti!" atau Laporkan pada Orang Dewasa

Menurut riset, tindakan bully yang agresif bisa berhenti dalam waktu 10 detik, kalau anak berani berkata dengan suara lantang agar si tukang bully menghentikan perbuatannya. Nah, apabila hal ini tidak bekerja pada si pembully, maka segeralah pergi untuk melapor kepada orang dewasa. 

 

source: http://edition.cnn.com


 

baca juga

3) Bicarakan dengan Pihak Sekolah Mengenai Bully pada Anak

Jelaskan kepada sekolah mengenai kebijakan mengatasi bully. Kalau perlu kamu harus terlibat di dalamnya dan mengajak orangtua siswa lain untuk mencegah bully bersama-sama. Katakan kepada pihak sekolah bahwa yang kamu harapkan adalah anakmu bisa bersekolah dengan tenang, nyaman dan bahagia. Mintalah agar pihak sekolah memonitor pergaulan siswa di sekolah dan mengerahkan semua tenaga di sekolah termasuk guru dan staf untuk ikut mengawasi tindakan bully pada anak. 

 

source: https://www.rd.com


 

4) Beritahu Anak untuk Selalu Pergi Bersama Teman-temannya

Anak-anak akan mudah dibully jika ia sendiri. Karena itu, katakan padanya agar selalu bersama dengan temannya, saat pergi ke toilet, berjalan di lorong sekolah, ke kantin dan pulang sekolah. Jika bersama dengan teman-temannya maka kecil kemungkinan anak menjadi target bully. 

 
source: http://www.slate.com


 

baca juga

5) Jangan Abaikan Cyberbullying

Apabila anak dibully lewat internet atau pesan teks, maka minta anak untuk segera melaporkannya kepada orang dewasa untuk mengindentifikasi apakah itu benar bully atau tidak. Biasanya anak-anak kesulitan membedakan pesan teks yang berisi ujaran kasar atau kebencian, karena itu ia cenderung mengabaikannya. Padahal bully dalam bentuk apapun tidak boleh diabaikan!

 

source: http://www.parents.com


 

6) Follow Up

Biarpun persoalan bully pada anak sudah teratasi, namun tetaplah mengawasi dan berkomunikasi dengan anak agar masalah tidak muncul lagi. Tanyakan aktivitas apa yang dilakukan anak di sekolah, dan cari tahu mengenai tanda-tanda munculnya bully yang baru pada anak. Selalu siap dan terlibat ya, Moms!
 

source: http://www.huffingtonpost.com