Coba deh perhatikan gaya belajar anakmu selama ini? Apakah ia masih suka menerapkan sistem kebut semalam alias SKS karena besok ada tes di sekolah. Hmm... ternyata hal ini tidak baik lho, Moms karena akan mengganggu tidur anak. Menurut ahli, anak yang cenderung mengorbankan waktu tidur demi sistem kebut semalam, malah akan sulit mengikuti tes atau memahami pelajaran di sekolah keesokan harinya. 
"Jumlah waktu tidur itu cukup penting untuk kesuksesan akademis," tutur Andrew Fuligni, seorang profesor psikiatir di Universitas Los Angeles, Amerika Serikat. 

Ternyata hal ini tidak disadari orangtua. Makanya mereka diam saja dan cenderung membiarkan anak begadang demi belajar untuk ujian. Karena itu, kebiasaan buruk ini harus dihentikan. Orangtua perlu membantu anak remaja untuk membentuk kebiasaan belajar yang sehat dan konsisten untuk mendukung prestasi akademiknya di sekolah. 

 

Ternyata Ini Rahasia agar Anak Remaja Rajin Belajar dan Berprestasi di Sekolah!
source: http://www.pbs.org


 

Berikut tips mendidik anak remaja agar memiliki kebiasaan belajar yang sehat dan konsisten:


1) Tetapkan Jadwal Belajar yang Rutin dan Konsisten 

Belajar harus jadi kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari oleh anak remaja, bukan sesuatu yang dilakukan di malam hari sebelum ujian. Oleh karena itu, ajak anak untuk membuat jadwal belajar setiap hari. Misalnya, setiap hari sisihkan waktu 1,5 hingga 2 jam untuk belajar dan lakukan dengan konsisten. Kalau perlu tuliskan di kalender atau kertas untuk ditempel di dinding sebagai pengingat visual. 


 

Berikut tips mendidik anak remaja agar memiliki kebiasaan belajar yang sehat dan konsisten:
source: https://www.oxfordlearning.com


 

baca juga

2) Hilangkan Semua Hal yang Mengganggu Konsentrasi Anak


Terapkan aturan bahwa selama belajar, anak tidak boleh memegang smartphone, membuka internet di luar keperluan belajar, menyalan TV dan sebagainya. Hal-hal ini berisiko mengganggu konsentrasi anak dalam belajar. Apabila anak membutukan komputer untuk belajar, maka pastikan bahwa komputer benar-benar dipakainya untuk belajar, bukan untuk membuka media sosial atau hal-hal lainnya. 

 

2) Hilangkan Semua Hal yang Mengganggu Konsentrasi Anak
source: http://1diets.info


 

3) Break It Up!


Mungkin belajar secara terus menerus dalam waktu 2 jam cukup challenging buat anak remaja. Karena itu, ketahui kemampuan dan batasan anak untuk berkonsentrasi. Jika ternyata, anak tidak sanggup menjalani sesi belajar selama 2 jam itu, maka sisipkan waktu beristirahat sejenak atau bagilah waktu, misalnya 1 jam untuk belaja setiap hari, dan tambahan 1 jam lagi apabila anak akan menghadapi ujian dan mengerjakan tugas. 

 

3) Break It Up!
source: http://tutoringtownsville.com.au