Tapi jangan khawatir Moms, ada beberapa cara-cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membuat anak korban pelecehan seksual menjadi terbuka dan mau berbicara kembali. Simak ulasannya di bawah ini. 

Akibat dari pelecehan seksual pada anak memiliki banyak dampak buruk secara mental maupun fisik. Bahkan harus membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengembalikan psikis seorang anak korbang pelecehan seksual.

Peran orang tua sangatlah penting untuk mengembalikan kondisi psikologis anak agar menjadi normal seperti sedia kala. Selain itu anda juga bisa meminta bantuan psikolog untuk memulihkan kembali kondisi mental anak. Karena tidak dapat dipungkiri, kondisi psikis anak korban pelecehan seksual akan berubah drastis menjadi murung, tertutup, dan sulit berbicara meski dengan orang tuanya sekalipun. Berikut cara yang lebih jelas yang perlu kamu ketahui.


1. Bawa Anak ke Psikolog

Langkah pertama sebaiknya anda membawa anak ke psikolog untuk mengetahui lebih dalam luka psikis yang dialami anak korban pelecehan seksual. Tujuannya adalah untuk membuat anak terbuka dan bisa mencurahkan apapun yang ia rasakan dan segala trauma yang sedang dialaminya. 
 

source: https://usimages.detik.com


 

2. Berikan Perhatian Lebih 

Saat kegiatan apapun sering-seringlah ajak anak anda bicara soal hal apapun dan berikan dia perhatian yang lebih. Rasa trauma mungkin bisa dilupakan tapi tidak bisa hilang 100%, karena mereka suatu saat akan mengingat hal buruk yang pernah mereka alami. 

source: https://blog.lakupon.com


 

baca juga

3. Lakukan Hal yang Menyenangkan Bersama Anak

Usahakan sering-seringlah bermain dengan anak seperti melakukan hal-hal yang menyenangkan bersamanya. Tak harus ke luar rumah, anda bisa mengajaknya membuat kue, medekorasi kamar, atau mengajaknya menonton film yang lucu sehingga membuatnya terhibur. Sesekali ajaklah anak ke tempat yang ramai dan menyenangkan seperti taman hiburan agar anak bisa melupakan sejenak rasa trauma. 

source: http://images1.prokal.co


 

4. Berikan Selalu Rasa Aman

Usahakan dampingin anak anda kemanapun mereka pergi meski hanya untuk bermain bersama teman. Bebaskan mereka bermain dengan teman-teman sebayanya asalkan anda harus tetap intens menjaganya agar tetap aman. 

source: https://s-media-cache-ak0.pinimg.com