Beragam manfaat terkandung dalam sayuran hijau bernama latin Sauropus adrogynus ini. Bayangkan saja Moms, dalam 100 gr daun katuk terdapat 59 kal energi, 6,4 gr protein, 1,0 gr lemak, 9,9 gr hidrat arang, 1,5 gr serat, 233 mg kalsium, 98 mg fosfor, 3,5 mg besi, 10020 mcg karoten, 164 mg vitamin A, B, dan C, serta 81 gr air!

Namun meski kaya akan nutrisi, Moms tetap harus memperhatikan dosis konsumsinya. Jika dimakan dalam jumlah berlebihan, daun katuk juga dapat mencetus sejumlah masalah kesehatan. Telusuri yuk, fakta seputar daun katuk yang wajib Moms ketahui!

Manfaat Daun Katuk

Inilah 9 manfaat daun katuk yang dikutip dari Asian Jurnal of Chemistry.

  1. Mengatasi anemia.
  2. Meningkatkan daya imunitas tubuh.
  3. Menjaga kesehatan mata.
  4. ‎Meningkatkan performa vitalitas pria.
  5. ‎Mengobati luka.
  6. ‎Baik dikonsumsi oleh ibu hamil untuk kesehatan janin.
  7. ‎Meningkatkan produksi ASI.
  8. ‎Mencegah risiko osteoporosis.
  9. ‎Mengobati influenza.
Manfaat Daun Katuk
baca juga

Panduan Konsumsi Daun Katuk untuk Ibu Hamil

Jelang trimester ketiga adalah waktu yang paling dianjurkan bagi ibu hamil untuk mulai rajin mengonsumsi katuk. Alasannya, karena daftar gizi dalam daun katuk ini dipercaya sangat dibutuhkan oleh tumbuh kembang janin di dalam rahim maupun setelah si Kecil lahir. 
Bonus yang diperoleh dengan mengonsumsi daun katuk lebih awal, Moms jadi tak perlu khawatir deh, akan kualitas produksi ASI yang siap diberikan untuk si Kecil!
 

Panduan Konsumsi Daun Katuk untuk Ibu Hamil

Bahaya Daun Katuk untuk Ibu Hamil

Terlepas dari khasiatnya, Moms juga harus memperhatikan beberapa efek samping daun katuk berikut ini:

  • Konsumsi berlebihan akan berdampak buruk pada paru-paru yang bisa memicu penyakit bronchiolitis dalam jangka waktu lama.
  • Daun katuk mengandung papaverina, yaitu alkaloid yang juga terkandung dalam opium. Inilah sebabnya konsumsi daun katuk yang tak dibatasi dapat menyebabkan keracunan bahkan kematian.
Bahaya Daun Katuk untuk Ibu Hamil
baca juga

Efek Samping Daun Katuk

Segala sesuatu yang dikonsumsi terlalu sering dalam jumlah besar, pada intinya tidak baik untuk kesehatan. Begitu pula dengan daun katuk. Hasil riset di Taiwan menyebutkan, rutin mengonsumsi daun katuk mentah sebanyak 150 mg per hari selama 2 minggu hingga 7 bulan berturut-turut  akan menimbulkan sesak napas, kehilangan nafsu makan, masalah pencernaan, dan gangguan insomnia.

Efek Samping Daun Katuk

Tips Mengolah Daun Katuk

Jangan pernah makan daun katuk dalam kondisi mentah. Nutrisi yang diserap oleh tubuh akan lebih optimal jika daun katuk direbus sebelum dinikmati. Ini dikarenakan, proses pemanasan dapat menghancurkan sifat anti-protozoa serta menghilangkan racun yang terkandung di dalam daun katuk.

Tidak sulit kok, untuk memasak daun katuk. Moms bisa mengolahnya menjadi sop daun katuk, gulai daun katuk, rollade daun katuk, bahkan telur dadar tumisan daun katuk, lho. Hmm..membayangkannya saja sudah menggugah selera, bukan?

Tips Mengolah Daun Katuk

Takaran konsumsi daun katuk yang dianjurkan adalah kurang dari 150 mg per hari. Pastikan Moms mematuhinya. Agar tak bosan, sesekali makanlah asupan lain yang juga dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI, seperti pare, brokoli, kangkung, kacang hijau, ubi jalar, serta buah-buahan yang kaya akan kandungan air.