Permainan tradisional Indonesia, sangat beragam dan menarik. Namun permainan tradisional kini mungkin jadi sesuatu yang sudah jarang ditemukan dilingkungan sekitar. Padahal permainan tradisional kebanyakan memberi pelajaran secara tidak langsung kepada anak-anak yaitu seperti mengajarkan arti kekompakan, mengatur strategi, kerja sama, meningkatkan nilai bersosialisasi kepada anak, mengarahkan, dan menuntun anak pada kegiatan sosial dan kebersamaan yang tinggi.

Nah Moms, permainan tradisional yang akan kita bahas kali ini berasal dari daerah bali yang sangat populer. 

Permainan Tradisional Bali Megoak-goakan

Permainan Megoak-Goakan paling sedikitnya terdiri dari 7 orang atau bisa semakin banyak semakin seru, dengan cara 6 orang membuat satu barisan sedangkan yang satunya lagi bertugas sebagai Si Goak. Enam orang yang baris, satu sama lain harus saling memegang pinggang temannya yang berada di depan. Selama permainan berjalan, pegangan itu tidak boleh terlepas. Biasanya seseorang yang dianggap paling kuat dan besar menjadi kepala barisan. Seseorang dari regu lawan atau perorangan menjadi Goak yang bertugas menangkap pemain paling buntut/ekor (orang yang berada dibaris akhir).

Permainan ini biasanya menggunakan waktu, untuk meminimalkan berapa lama Si Goak harus menangkap ekor barisan. Jika dalam waktu yang ditentukan Goak tidak bisa menangkap ekor barisan maka Goak dianggap kalah. Permainan ini lebih seru apabila dimainkan di tempat yang sedikit berair dan berlumpur seperti sawah. Permainan ini secara tidak langsung mengajarkan kebersamaan, mengatur strategi, dan pentingnya suatu kerja sama antar tim sehingga dengan hal itu semua dapat berjalan dengan semestinya.

youtube:FyNfIMaC7kM
source: https://youtu.be/FyNfIMaC7kM
Tradisi Megoak - Goakan Desa Panji Sambut Hari Raya Nyepi 2017
baca juga

Permainan Tradisional Bali Meong-meongan

Meong-meongan merupakan permainan tradisional Bali yang umum dimainkan oleh anak-anak di Bali diiringi dengan nyanyian lagu meong-meong. Permainan ini menggambarkan usaha dari si kucing atau dalam bahasa Bali disebut "meng" untuk menangkap si tikus atau bikul.

Dalam permainan ini biasanya diikuti oleh lebih dari 8 orang atau lebih, dimana 1 orang memerankan bikul (tikus), satu orang memerankan sebagai meng (kucing) dan yang lainnya bertugas melindungi bikul dari meng dengan cara membentuk lingkaran kemudian si bikul berada di dalam lingkaran sedangkan meng berada di luar lingkaran.

Meng akan berusaha masuk ke dalam lingkaran dan berusaha menangkap bikul. Anak-anak yang membentuk lingkaran akan berusaha menghalangi meng masuk ke dalam lingkaran.
Permainan dilakukan sambil menyanyikan lagu meong-meongan. Lirik lagunya adalah sebagai berikut.

Meong-meong, alih je bikule
Bikul gede-gede, buin mokoh-mokoh
Kereng pesan ngerusuhin
Juk Meng!, Juk Kul!, Juk Meng!, Juk Kul!
(diulang sampai Bikul tertangkap)

Permainan akan berakhir ketika pemeran kucing berhasil menangkap tikus. Jika sudah begitu, permainan bisa diulang kembali dengan pemeran tikus bergantian menjadi pemeran kucing dan seterusnya. Tempat yang digunakan anak-anak dalam memainkan permainan ini ialah lapangan luas yang ukurannya disesuaikan dengan banyaknya pemain. Permainan tradisional ini juga mengajarkan kekompakan pada tim dan kesigapan pada anak yang bisa disalurkan dalam kehidupan.

youtube:91jYNOO4jCo
source: https://youtu.be/91jYNOO4jCo
Permainan Tradisional Meong-Meongan

Permainan Tradisional Bali Metajog

Metajog merupakan permainan tradisional Bali atau yang biasa dikenal dengan Egrang. Permainan ini memerlukan keseimbangan pemainnya, dan memerlukan latihan untuk bisa memainkannya. Bermainan ini bisa dibilang susah-susah gampang, karena jika badan tidak seimbang kita pasti akan mudah jatuh.

Alat yang dibutuhkan untuk bermain metajog yaitu dengan dua buah bambu yang panjangnya kira-kira 2 meter, dibagian bawah bambu diberi kayu dengan ukuran sekitar 2 jengkal tangan, gunanya untuk menopang atau pijakan kaki kita.

Setelah itu naikkan salah satu kaki, lalu jika sudah berada di atas pijakan, naikkan kaki yang satunya lagi di pijakan bambu yang lainnya. Setelah kedua-duanya sudah berada di atas pijakan maka sesegera mungkin untuk berjalan karena permainan ini harus menjaga keseimbangan tubuh. Jika kita sudah bisa mengatur keseimbangan tubuh maka permainan ini akan menjadi mudah dan sangat menyenangkan.

Permainan tradisional metajog ini biasanya diperlombakan untuk lomba 17 Agustusan untuk anak-anak. Pada permainan ini anak dilatih untuk mengatur keseimbangan tubuh dan ketangkasan untuk dapat menjalankan permainan ini.

youtube:l-8PtRyaT5k
source: https://youtu.be/l-8PtRyaT5k
Permainan tradisional egrang ato istilah balinya tajog yg dimainkan anak2 SD 3 Banjar Jawa