Usia 10-14 Tahun

  • Di zaman sekarang, pubertas sangat cepat menghampiri anak. Ada yang sudah puber di usia 10 hingga 12 tahun. Karena itu, siap-siap ya, Moms. Kalau kamu memerhatikan si anak moodynya sangat luar biasa dan berubah secepat roller coaster bergerak, kadang sedih dan kadang senang dalam waktu hampir bersamaan, maka itu salah satu tanda anak memasuki masa-masa pubertas. Artinya, si kecil kesayanganmu sudah beranjak remaja. Nah, tips mendidika anak remaja di awal pubertas ini, tak ada yang lain selain menghadapinya dengan sabar dan lembut. Apalagi kalau penyakit moodynya kambuh. 
 
  • Sebagian anak remaja yang tidak bisa mengontrol emosinya dengan baik akan menumpahkan emosinya dengan kasar, melalui kata-kata seperti, "Aku akan mengalahkannya." atau "Dia jahat, dia pantas mati!" Sebagian lagi, akan mengekspresikan kemarahannya dengan membanting pintu ataupun memukul meja. Tetap tenang jika anak remajamu melakukan hal ini. Biarkan ia tenang dan setelah itu, barulah ajak ia untuk mengobrol. 

 
source: http://doingdrugs-darta.blogspot.co.id/2015/01/

  • Beberapa anak, khususnya anak perempuan akan berubah menjadi lebih sensitif dan mudah tersinggung di rentang usia ini. Selain itu, saat merasa kecewa dan kesal, anak remaja cenderung menarik diri dan enggan berbicara dengan orangtua, saudaranya dan orang-orang di sekitarnya. 
 
  • Karena ketidakpuasan dan kurangnya kemampuan mengontrol diri, sebagian anak remaja akan terbawa arus pergaulan dan mulai melakukan hal-hal buruk seperti merokok, berkelahi, mengonsumsi alkohol, seks bebas dan sebagainya. Nah, di sini peran orangtua sangat dibutuhkan dengan memberikan support dan perhatian agar remaja menghindari perilaku buruk ini. 


 

baca juga

Usia 15-18 Tahun

  • Kalau kamu ingin mencium atau memeluk anak, kemungkinan ia akan menolak. Itu karena di usia ini anak sudah tidak menyukai afeksi atau sentuhan dari orangtuanya. Ini karena menganggap dirinya bukan anak kecil lagi. 
 
  • Di usia ini anak juga lebih suka menghabiskan waktu berkumpul dengan temannya-temannya dan melewatkan acara keluarga. Kemungkinan jarak anak dan orangtua semakin jauh karena kurangnya menghabiskan waktu bersama. Hati-hati ya, Moms karena hal ini bisa menjadi memicu konflik dengan anak remajamu. 
source: https://www.psychologies.co.uk/how-de-stress-teenager

  • Tips mendidik anak remaja di usia ini adalah selalu pantau perubahan emosi yang dirasakan anak remajamu. Kadang tanpa sepengetahuan orangtua, anak menyimpan masalah yang besar sehingga membuatnya stres dan depresi. Karena itu, selalu usahakan untuk menjalin komunikasi yang baik dengannya, agar ia mau menceritakan masalah yang dialami. 
  • Di usia ini anak juga semakin berani untuk mencoba melakukan hal-hal yang tidak baik hanya karena ingin dianggap keren. Jangan diam saja ketika anak terlibat masalah karena merokok, konflik dengan teman sekolah, ikut tawuran, kabur dari rumah dan sebagainya.