Efek Styrofoam bagi Kesehatan

Isu tentang bahaya styrofoam untuk wadah makanan bagi kesehatan telah beredar lama. Namun, The American Chemistry Council menyatakan bahwa styrofoam telah digunakan sebagai kemasan makanan selama lebih dari lima dekade dan aman.

Styrofoam mengandung styrene (stirena), yaitu bahan kimia yang biasa digunakan juga untuk membuat lego, helm sepeda, dan banyak produk plastik lainnya. Meskipun belum ditemukan penyakit kanker yang pasti disebabkan oleh stirena, namun The Food Packaging Forum memperingatkan risiko gangguan kesehatan akibat styrofoam makanan. Hal ini dikarenakan stirena merupakan zat beracun yang bisa masuk ke dalam tubuh dan mengganggu produksi sperma, menyebabkan malformasi genital, dan mengganggu produksi hormon dalam tubuh.

Efek Styrofoam bagi Kesehatan
source: http://www.trbimg.com/

WHO telah menetapkan batas aman residu yang aman dan tidak mengganggu kesehatan, yaitu 5000 ppm. Tahun 2019, BPOM mengkaji 17 kemasan polystyrene (polistirena) yang beredar di Indonesia. Hasilnya, rata-rata kemasan tersebut mengandung residu (stirena yang bisa berpindah ke makanan) sebesar 10-43 ppm. Hal ini menegaskan bahwa penggunaan styrofoam di Indonesia ada dalam kategori aman dan tidak mengganggu kesehatan.

Sebagai tambahan, jumlah stirena pada kemasan tidak berarti akumulasi. Artinya, jika zat stirena masuk ke tubuh, akan langsung bereaksi dengan tubuh dan segera dikeluarkan kembali. Sebenarnya stirena dipicu oleh resapan yang keluar dari wadah makanan busa polistirena dan gelas ketika makanan dan minuman dalam kondisi sangat panas.

Dr. Henney, mantan pimpinan U.S Food and Drug Administration (FDA), mengatakan bahwa saat ini tidak ada peraturan yang tegas untuk membatasi pemakaian styrofoam seperti larangan keras terhadap rokok.

Cara Mencegah Efek Buruk yang Disebabkan oleh Styrofoam

Meskipun zat beracun stirena terpicu dari makanan dan minuman yang panas, tapi kita tetap harus mencegah bahaya yang bisa ditimbulkan itu kan, Moms? Cara mencegah bahaya styrofoam 
makanan bisa dimulai dari diri kita sendiri, dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini.

  1. Styrofoam memiliki kode nomor 6 (PS) pada tanda daur ulang di bagian bawah kemasan.
  2. Jangan menggunakan styrofoam di dalam microwave.
  3. Jangan menggunakan styrofoam untuk makanan dan minuman dalam kondisi sangat panas.
  4. Jangan menggunakan styrofoam yang sudah rusak dan berubah bentuk untuk mewadahi makanan berminyak dan panas.
  5. Bawalah sendiri wadah makanan dan minuman yang bebas dari stirena.
Cara Mencegah Efek Buruk yang Disebabkan oleh Styrofoam
source: https://cdn.moneysmart.id/