1) Infeksi Saluran Pernapasan oleh Virus

Penyebab batuk pada anak yang paling sering adalah infeksi saluran pernapasan oleh satu dari 100 jenis virus flu. Anak yang terkena atau tertular virus ini enggak hanya disertai batuk saja, tapi juga demam. "Biasanya kondisi ini dialami anak-anak sebanyak 8 hingga 10 kali per tahun dan baru sembuh setelah 5 sampai 8 hari," ungkap William Berger M.D, seorang profesor di bidang pediatrik di University of California, Amerika Serikat.

Nah, apabila si kecil mengalami gejala yang tergolong parah seperti sulit bernapas, maka segera bawa anak ke dokter untuk diobati. Berikan pula cairan yang banyak untuk menyamankan tenggorokannya. American Academy of Pediatrics (AAP) tidak merekomendasikan pemberian obat batuk dan flu kepada anak berusia di bawah 6 tahun. 

 
source: http://www.slate.com


 

2) Sinusitis

Jika batuk pada anak berlangsung lebih dari sepuluh hari, tidak menunjukkan tanda-tanda akan membaik, dan lendir hidung anak tebal, berwarna hijau kekuningan, maka kemungkinan ia  menderita sinusitis. Sinusitis merupakan peradangan pada dinding sinus atau rongga kecil berisi udara yang terletak di belakang tulang pipi dan dahi.

Selain batuk kronis, kemungkinan anak juga mengalami pembengkakan dan lingkaran hitam di bagian mata, bau mulut dan tidak bertenaga. Anak yang sinusitis harus mendapatkan pengobatan dari dokter. Biasanya, dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengurangi infeksi dan obat semprot untuk menyamankan hidung. 
 

source: http://sinuscure.org


 

baca juga

3) Alergi

Kalau batuk pada anak disertai dengan hidung dan mata terasa gatal hingga mengeluarkan air mata, maka kamu patut curiga anak alergi terhadap sesuatu. Kondisi ini disebut sebagai rhinitis alergi yang disebabkan karena anak alergi terhadap debu, udara, serbuk bunga, bulu hewan dan sebagainya.

Tapi kamu enggak perlu khawatir Moms, karena alergi biasanya tidak berbahaya. Untuk mencegah anak menderita batuk karena alergi, maka jauhkan ia dari pencetus alergi dan jaga kamar tidurnya selalu bersih. 
 

source: https://www.hopepaige.com


 

4) Asma

Batuk pada anak juga disebabkan asma. Asma adalah penyakit peradangan dan penyempitan pada saluran napas, sehingga mengakibatkan anak sulit bernapas. Penyakit ini tergolong kronis dan bisa diidap anak dalam waktu yang lama. Selain batuk, penderita asma akan merasakan mengi atau sulit bernapas dan sesak di dada.

Untuk membantu mengatasi asma, biasanya anak diberikan bronkodilator untuk dibawa ke mana-mana. Saat serangan asma kambuh, bronkodilator dihirup dengan hidung untuk memulihkan penyakit asmanya.
 

source: http://www.independent.co.uk


 

baca juga

5) Pertusis atau Batuk Rejan

Pernah mendengar tentang batuk 100 hari, Moms? Nah, batuk tersebut adalah pertusis atau batuk rejan yang disebabkan oleh bakteri  yang menyerang saling pernapasan dan paru-paru. Selain anak batu keras, penyakit ini juga ditandai dengan pilek dan bersin.

Jika dibiarkan, batuk akan bertambah parah dan menular kepada orang lain. Meski penyakit ini tampak ringan, namun bisa sangat berbahaya bagi bayi. Oleh karena itu, untuk mencegah penyakit ini terjadi, maka orangtua dianjurkan memberikan vaksin DTaP kepada bayi dan Tdap kepada orang dewasa. 
 

source: http://www.kidspot.com.au