Efek Positif

Pengaruh media sosial pada perkembangan anak ternyata tidak seluruhnya negatif lho, Moms. Banyak juga efek positifnya. Ada beberapa yang mendukung untuk melakukan aktivitas gerak, seperti dancing pada game. Berbagai informasi ringan mengenai gaya hidup sehat yang mudah dimengerti anak-anak juga sangat mudah diakses, kan?

Sosial media memberi pengaruh pada perkembangan sosial dan emosi anak. Sosial media akan membantu anak untuk menambah teman dan berkomunikasi dengan saudara yang jauh. Anak bisa berdiskusi dan berbagi hal positif sesuai dengan minat dan kreativitas mereka.

Efek Positif
source: http://www.protegetucorazon.com/

Selain itu, anak yang sering mengakses sosial media juga cenderung menunjukkan performa yang baik di kehidupan nyata daripada yang tidak bersosial media. Anak-anak jaman sekarang juga lebih bisa multitasking daripada anak-anak jaman dulu yang tidak mengakses sosial media. Moms juga bisa membangun rasa kemanusiaan dan jiwa solidaritas anak dengan sosial media melalui gerakan-gerakan donasi terhadap orang-orang yang mengalami musibah dan yang membutuhkan.

Efek Negatif

Dampak media sosial bagi tumbuh kembang anak secara fisik adalah aktivitasnya jadi terbatas. Anak berisiko terjangkit dan akan berdampak pada ketidakseimbangan hormonal dan metabolisme. Ini meningkatkan risiko timbulnya serangan jantung prematur pada anak. Terlalu sering bersosial media dan menatap layar ponsel terus-terusan menyebabkan mata kelelahan dan bisa membuat kabur penglihatan.

Anak yang sering mengakses sosial media cenderung mengalami hambatan dalam proses belajar dan menjadi tidak sabar. Ketika belajar, pikirannya hanya ingin segera selesai dan kembali bersosial media. Ini buruk bagi kecerdesan mereka.

Efek Negatif
source: https://connected.uscellular.com/

Situs-situs yang menunjukkan konten kekerasan dan porno bisa diakses dengan mudah. Jika anak mengakses tanpa pengawasan, itu sangat bisa meningkatkan perilaku buruk mereka di kehidupan nyata, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah. Berinteraksi secara online juga terkadang menimbulkan kesalahpahaman, apalagi bagi anak-anak yang belum bisa berpikir panjang. Ini memungkinkan anak-anak berkelahi dengan temannya.

Selain itu, sosial media memungkinkan anak-anak untuk mencantumkan privasi, seperti identitas asli berupa tanggal lahir, foto, alamat rumah, hingga seluruh aktivitasnya. Padahal, semua informasi pribadi itu membuka kesempatan orang berbuat jahat terhadap anak.

Tidak hanya bagi anak-anak, semua ini sebenarnya juga merupakan dampak media sosial bagi masyarakat secara umum apabila tidak digunakan dengan bijak. Maka dari itu, sebaiknya Moms melakukan pengawasan terhadap aktivitas sosial media anak, membatasi konten yang bisa mereka akses, mengarahkan bagaimana penggunaan sosial media yang bijak, dan melakukan aktivitas yang seru bersama anak secara offline.