1. Alergi Dingin dan Debu

1. Alergi Dingin dan Debu

Alergi bisa terjadi akibat reaksi yang tidak normal pada sistem kekebalan tubuh. Walau hal ini wajar, namun tak bisa disepelekan begitu saja. Pada cuaca dingin, seseorang yang menderita alergi dingin ini juga merespon partikel-partikel debu yang masuk pada sistem pernapasannya. Makanya, tak heran jika saat mereka mengalami alergi dingin, hal yang sering terjadi adalah pilek, flu, bahkan sampai batuk. Untuk mengatasinya, jangan biarkan si kecil main di luar rumah saat cuaca dingin dan pasrikan rumah Moms bersih dari debu.

2. Alergi Dingin Batuk

2. Alergi Dingin Batuk

Sebenarnya, batuk memiliki fungsi penting tubuh untuk mengatur jalannya napas. Sementara udara dingin merupakan faktor suhu dan bukan merupakan zat alergen, sehingga batuk yang muncul saat udara dingin tidak dapat disebut batuk karena alergi. Udara yang sangat dingin dapat secara langsung mengiritasi jalan napas lho Moms, sehingga menimbulkan batuk. Udara dingin juga biasanya bersifat kering.

Nah, udara kering ini mengangkat partikel air sepanjang jalan napas dan hal ini menyebabkan adanya spasme jalan napas. Oleh karena itulah, udara dingin dapat memperburuk gejala batuk pada penyakit pernapasan yang sudah ada atau merangsang timbulnya refleks batuk. Penyakit pernapasan yang dapat diperburuk oleh udara dingin misalnya infeksi saluran napas atau (batuk pilek ‘biasa’), bronkitis, dan lain-lain. Jadi, jangan lagi berpikir batuk disebabkan oleh alergi dingin ya, Moms.

baca juga

3. Alergi Dingin Pilek

3. Alergi Dingin Pilek

Pilek itu sendiri ada dua penyebabnya, pertama pilek karena virus, kedua pilek karena alergi dingin. Pilek muncul tiba-tiba saat alergi dingin memang kerap terjadi. Pilek akibat alergi dingin ini diisebabkan oleh sisem kekebalan tubuh yang memberikan reaksi terhadap zat-zat tertentu. Saat tubuh terkena zat yang menjadi penyebab alergi (alergi dingin), maka sistem kekebalan tubuh akan melepaskan zat kimia yang disebut histamin.

Selain bertugas untuk menangkal zat penyebab alergi, sebenarnya histamin yang dilepas juga berperan dalam menyebabkan gejala alergi. Apabila si Kecil pilek akibat alergi dingin, Moms bisa memberikannya antihistamin, namun tetap konsutasikan pada dokter dulu ya.

4. Pantangan Alergi Dingin

4. Pantangan Alergi Dingin

Moms, saat si Kecil mengalami alergi dingin, ada baiknya Moms melarangnya untuk bermain. Berdiam di rumah yang hangat akan mengurasi rasa sakitnya lho. Namun, ada beberapa makanan yang nggak boleh Mommy berikan padanya, karena malah akan memperparah alergi dinginnya. Berikut daftar makanan yang nggak boleh dikonsumsi si kecil menurut, dr. Elliott, MD dari American College of Allergy:

Makanan Pedas
Makanan pedas memang pas dikonsumsi saat cuaca dingin. Makanan ini juga dapat mengencerkan hidup yang tersumbat akibat pilek. Tapi, makanan pedas dapat menimbulkan sindrom yang disebut rhinitis gustatory. Setelah memakan makanan pedas, akan perkembang iritasi alergi dari makanan pedas itu dan berakhir dengan bersin atau pilek.

Teh Herbal
Teh herbal memang diproduksi dari bahan-bahan yang alami dan sangat baik untuk tubuh. Tapi, hal ini bukan berarti teh herbal dapat dikonsumsi oleh penderita alergi dingin lho. Saat teh herbal tercium oleh penderita alergi dingin, efek yang ditimbulkan adalah makin seringnya bersin dan pilek yang semakin parah.

Keju
Seperti yang disebutkan di atas, bahwa saat tubuh terkena alergi dingin, tubuh akan merespon zat kimia yang biasa disebut Histamin. Histamin inilah yang membuat beberapa efek timbul saat alergi dingin seperti kemerahan, gatal, bahkan sampai bentol-bentol. Usut diusut, ternyata keju mengandung Histamin tinggi lho, khususnya keju berjenis Parmesan. Saat si Kecil mengonsumsi keju, alergi yang dialami malah semakin parah.