Hindari Makanan Laut yang Tinggi Merkuri

Makanan laut bisa menjadi sumber protein yang hebat, dan asam lemak omega-3 pada banyak ikan dapat meningkatkan perkembangan otak dan mata bayi kamu. Namun, beberapa ikan dan kerang mengandung kadar merkuri yang berpotensi berbahaya bagi kehamilan kamu lho Moms.

Terlalu banyak merkuri dapat membahayakan sistem saraf bayi. Ikan yang lebih besar dan lebih tua, semakin banyak merkuri yang dikandungnya. Seperti ikan todak, Hiu, Makarel raja, dan Tilefish.

Moms disarankan mengonsumsi 8 ons - 12 ons - dua atau tiga porsi makanan laut seminggu seperti Udang, Ikan salmon, Pollock, Ikan lele, Teri, Trout, ikan kod, Nila, Tuna kaleng namun, batasi tuna putih (albacore) sampai 6 ons (170 gram) seminggu.
 

source: http://www.ibu-hamil.web.id



 

baca juga

Hindari Makanan Laut Mentah atau Terkontaminasi

Makanan selama kehamilan yang harus kamu hindari ialah makanan laut mentah, matang atau terkontaminasi. Hindari bakteri atau virus berbahaya dalam makanan laut mentah termasuk sushi, sashimi, dan tiram mentah, kerang.

Hindari makanan laut berpendingin dan tidak dimasak seperti seafood berlabel nova style, lox, kippered, smoked or dendeng. Tidak apa-apa makan seafood asap jika itu adalah ramuan dalam casserole atau hidangan masak lainnya. Versi kaleng akan lebih aman.

Jika kamu makan ikan dari perairan setempat, perhatikan saran ikan lokal terutama jika pencemaran air menjadi perhatian. Jika kamu tidak yakin dengan keamanan ikan yang sudah kamu makan, jangan makan ikan lain minggu itu.
 

source: https://www.groupon.com



 

Hindari Daging Kurang Matang, Unggas dan Telur

Selama kehamilan, kamu berisiko tinggi terhadap keracunan bakteri makanan. Reaksi kamu mungkin lebih parah daripada jika kamu tidak hamil. Ingat keracunan makanan akan mempengaruhi bayi kamu juga lho. Untuk mencegah penyakit bawaan makanan yakni memasak semua daging dan unggas sebelum makan.

Gunakan termometer daging untuk memastikannya. Masaklah hot dog dan makan siang sampai benar-benar matang atau jangan menyentuhnya sama sekali. Makanan ini bisa menjadi sumber penyakit bawaan makanan, langka namun berpotensi serius yang dikenal sebagai listeriosis.

Masak telur sampai kuning telur dan putih menjadi kencang. Telur mentah bisa terkontaminasi bakteri berbahaya. Hindari makanan yang dibuat dengan telur mentah atau sebagian dimasak, seperti eggnog, adonan mentah, dan saus hollandaise yang baru dibuat atau buatan sendiri dan saus salad Caesar.
 

source: https://www.tokopedia.com



 

baca juga

Hindari Makanan yang Tidak Dipasteurisasi

Banyak produk susu rendah lemak seperti susu skim, keju mozzarella dan keju cottage. Makanan selama kehamilan yang tidak sehat ini bisa menjadi bagian diet Moms yang sehat. Apa pun yang mengandung susu yang tidak dipasteurisasi wajib kamu hindari.

Produk ini bisa menyebabkan penyakit bawaan makanan. Hindari keju lunak, seperti Brie, feta dan keju biru, kecuali tertera label dengan jelas karena dipasteurisasi atau dibuat dengan susu pasteurisasi. Selain itu, hindari minum jus yang tidak dipasteurisasi.
 

source: http://ichef.bbci.co.uk



 

Hindari Buah dan Sayuran yang Tidak Dicuci

Untuk menghilangkan bakteri berbahaya, bersihkan semua buah dan sayuran mentah. Hindari kecambah mentah dalam bentuk apapun termasuk alfalfa, semanggi, lobak dan kacang hijau yang juga mungkin mengandung bakteri penyebab penyakit. Pastikan untuk memasak kecambah secara menyeluruh.
 

source: https://beritagar.id



 

Hindari Kelebihan Kafein

Sementara kafein bisa melewati plasenta, sehinga efek pada bayi kamu tidak sehat. Agar aman, dokter kandungan kamu mungkin menyarankan untuk membatasi jumlah kafein dalam makanan kamu hingga kurang dari 200 miligram per hari selama kehamilan.

Untuk mendapatkan perspektif, secangkir kopi mentah yang diseduh 8 ons (237 mililiter) mengandung sekitar 95 miligram kafein, secangkir teh yang diseduh dari 8 ons (237 mililiter) mengandung sekitar 47 miligram dan 12 ons (355 mililiter) Cola berkafein mengandung sekitar 33 miligram.
 

source: https://hellosehat.com



 

Hindari Alkohol

Tidak ada tingkat alkohol yang terbukti aman selama kehamilan. Moms yang minum alkohol berisiko lebih tinggi mengalami keguguran dan bayi meninggal saat lahir. Terlalu banyak alkohol selama kehamilan dapat menyebabkan sindrom alkohol janin, yang dapat menyebabkan kelainan bentuk wajah dan keterbelakangan mental.

Jika kamu khawatir dengan alkohol yang kamu minum sebelum tahu bahwa kamu hamil atau kamu merasa perlu bantuan untuk berhenti minum, konsultasikan dengan dokter kamu.
 

source: https://chillsville.tumblr.com