Petai merupakan pohon tahunan tropika dari suku polong-polongan. Biasanya dalam satu bongkol petai terdapat belasan hingga 20 biji petai. Saat masih muda biji petai akan berwarna hijau dan terbalut oleh selaput tebal berwarna coklat terang. Bagi masyarakat Indonesia petai umumnya digunakan sebagai lalap, bisa dimakan mentah maupun dimasak dengan cara digoreng, bakar, atau rebus. Petai juga bisa digunakan sebagai bahan campuran masakan seperti sambal goreng hati.

Meskipun memiliki bau khas yang akan tertinggal di mulut ketika selesai dimakan, penggemar petai nyatanya tetap banyak. Namun, di balik kenikmatan yang dirasakan dari konsumsi petai, ternyata petai dianggap bisa menimbulkan penyakit asam urat. Penyakit yang menyebabkan nyeri di daerah persendian ini memang dapat diperparah dengan konsumsi petai secara berlebihan. Kandungan purin yang tinggi dalam petai dituding sebagai penyebab mengapa makanan ini harus diwaspadai oleh orang-orang yang memiliki riwayat asam urat.

Makan Petai Sebabkan Asam Urat? Begini Penjelasannya, Moms

Kandungan Petai

Meskipun mengandung purin yang harus diwaspadai oleh penderita asam urat, petai juga memiliki beragam nutrisi yang baik untuk tubuh. Di dalam petai terkandung mineral magnesium dan kalium. Petai juga mengandung zat anti bakteri, antioksidan, serta antikanker. Beberapa vitamin seperti A, B6, B12, dan C juga dapat ditemukan dalam petai.

Selain itu, terdapat pula kandungan zat gizi makro yang cukup lengkap, seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Petai juga mengandung tiga senyawa penting untuk menjaga kesehatan syaraf dan organ tubuh, yaitu asam amino triptofan, tiazolidin carbosiklik acid dan sulfur, serta polisulfida siklik.

Kandungan Petai
baca juga

Kandungan Purin dalam Petai

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, di dalam petai terkandung zat purin yang cukup tinggi. Purin bisa memicu munculnya asam urat bagi orang yang sudah memiliki riwayat sebelumnya. Purin akan memberikan pengaruh pada gangguan ginjal.Jadi mengonsumsi petai secara berlebihan dapat membentuk batu ginjal.

Untuk mengurangi kandungan purin di dalam petai, bisa dilakukan dengan cara memasaknya sebelum dikonsumsi.Bisa juga menjadikan petai sebagai campuran dalam masakan. Petai yang telah mengalami proses pemasakan kandungan purinnya hanya akan tertinggal sekitar 70 hingga 80 persen. 

Kandungan Purin dalam Petai

Manfaat Petai Untuk Kesehatan

Berbagai jenis vitamin serta mineral magnesium dan kalium dalam petai memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan tubuh secara umum. Sedangkan kandungan zat makro di dalamnya akan memberikan asupan energi yang cukup jika petai dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Antioksidan serta protein di dalamnya akan menjadi zat pembangun dan pengganti sel tubuh yang rusak. Sementara tiga senyawa penting yang telah disebutkan di atas berguna untuk sistem syaraf dan stress control, berguna untuk menjaga organ hati dan mampu membuang racun, serta menghindarkan tubuh terkena penyakit kanker.

Manfaat Petai Untuk Kesehatan
baca juga

Aturan Makan Petai Agar Terhindar dari Asam Urat

Bagi moms yang memiliki riwayat penyakit asam urat tapi sangat ingin mengonsumsi petai sebaiknya perhatikan aturan-aturan berikut. Pertama yaitu, jangan memakan petai dalam keadaan mentah. Petai mentah masih memiliki kadar purin yang sangat tinggi, sehingga dapat menyebabkan asam urat kambuh dengan lebih cepat.

Kedua, jangan menjadikan petai sebagai lauk pendamping sehari-hari. Petai memang sedap dijadikan pendamping dalam konsumsi nasi, tapi menggunakannya sebagai lauk pokok untuk konsumsi sehari-hari akan dapat memperparah asam urat yang diderita.

Ketiga, sebaiknya jadikan petai hanya sebagai bumbu tambahan. Hal ini tentu dapat mengurangi jumlah petai yang dikonsumsi, tapi moms tetap bisa mendapatkan aroma khas petai dalam masakan. Yang terakhir, jika tetap ingin memakan petai utuh sebagai lalap, cara terbaik untuk mengurangi kadar purin di dalamnya adalah dengan direbus.

Aturan Makan Petai Agar Terhindar dari Asam Urat