Tak sedikit orangtua yang merasa bingung menentukan kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat pada anak. Pasalnya, banyak anak yang merasa ketakutan saat diberitahu akan di sunat. Tak hanya ketakutan, bahkan ada sebagian anak yang marah dan terus menangis saking takutnya.

Namun, melakukan sunat pada anak biasanya tergantung dari keputusan para orangtua. Ada yang melakukannya saat anak masih bayi dengan tujuan untuk menghindari Si Kecil dari trauma psikis. Tapi ada juga orangtua yang melakukan sunat pada anak saat ia sudah berusia balita karena merasa tak tega jika harus menyunat anak saat bayi.
 

Jangan Sampai Salah Moms! Ternyata Ini Usia yang Tepat Sunat Pada Anak
source: https://mom.me/




Akan tetapi, para ahli mengatakan agar sebaiknya para orangtua melakukan sunat pada anak saat ia berusia di bawah enam bulan atau saat Si Kecil masih bayi. Mengapa?

Salah satu alasan mengapa sebaiknya anak di sunat saat usianya di bawah enam bulan atau masih bayi karena di usia tersebut pertumbuhan sel masih sangat cepat, sehingga membuat luka menjadi cepat sembuh dibandingkan saat di sunat pada usia di atas enam bulan.
 

Jangan Sampai Salah Moms! Ternyata Ini Usia yang Tepat Sunat Pada Anak
source: http://fajnamama.pl
baca juga




Tak hanya itu moms, sunat pada anak yang dilakukan di bawah usia enam bulan juga dapat mencegah anak mengalami trauma. Berbeda dengan anak yang disunat saat ia SD yang kemungkinan besar akan mengalami trauma maupun rasa takut yang akan terus ia ingat.

Sayangnya, masih banyak orangtua yang merasa tidak tega melakukan sunat pada anak saat bayi karena takut bayi akan mengalami rasa sakit. Padahal sunat saat bayi justru dapat membantu Si Kecil lho moms.
 

Jangan Sampai Salah Moms! Ternyata Ini Usia yang Tepat Sunat Pada Anak
source: http://post.naver.com




Selain karena agama, sunat juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya masalah reproduksi pada pria yang justru membahayakannya, salah satunya adalah fimosis. Lalu, apa itu fimosis?

Fimosis adalah kondisi dimana adanya penyempitan yang terjadi dari ujung kulit depan penis yang tidak bisa ditarik ke belakang. Kondisi tersebut membuat penis menjadi mudah kotor yang berakibat pada infeksi yang lama-lama akan menjalar ke infeksi saluran kemih.
 

Jangan Sampai Salah Moms! Ternyata Ini Usia yang Tepat Sunat Pada Anak
source: http://www.ziaruldeiasi.ro