1. Berinteraksi

Saat kamu mengunjungi tempat penitipan anak, perhatikan bagaimana staf berinteraksi dengan anak-anak. Idealnya, pengasuh harus berada di lantai bermain dengan anak-anak atau memegangnya di pangkuan.

Pada tahun-tahun awal mereka, bayi membutuhkan hubungan dekat, penuh cinta, dan interaktif dengan orang dewasa agar bisa berkembang. Itulah mengapa sangat penting agar pengasuh bayi harus mengutamakan bersikap hangat dan responsif, bahkan saat mengasuh kelompok anak-anak.
 

source: https://www.detik.com



 

2. Minta Komitmen

Bayi membutuhkan perawatan yang konsisten dan dapat diprediksi. Ini membantu mereka untuk membentuk keterikatan yang aman kepada pengasuhnya.

Jika kamu melihat pengasuh di rumah, mintalah orang yang kamu pertimbangkan untuk membuat komitmen satu tahun terhadap pekerjaan itu. Jika kamu mengambil pengasuh dari sebuah yayasan, maka cari tahu berapa lama pengasuh tersebut bekerja dan berapa banyak pemasukan yang didapatkan oleh yayasan.
 

source: https://wolipop.detik.com



 

baca juga

3. Croscek

Saat mendapat rekomendasi dari mulut ke mulut, dari orangtua atau sumber terpercaya lainnya kamu perlu melihat langsung tempat tersebut untuk menilai apakah sesuai dengan kebutuhan kamu?

Tentu saja, lingkungan penitipan anak harus dijaga kebersihannya, kedap suara, dan stoknya bagus dengan buku dan mainan kokoh yang sesuai dengan usia. Idealnya, bayi dan balita harus memiliki daerah mereka sendiri dimana mereka tidak terlalu banyak bergaul dengan balita yang lebih tua.

Sebuah ruangan atau area terpisah yang didedikasikan semata-mata untuk ayunan dan penjaga pintu mungkin terlihat menarik pada pandangan pertama, namun perlu diingat bahwa bayi yang sedang tumbuh memerlukan banyak waktu untuk mengembangkan dan memperkuat otot mereka.

Jika memungkinkan, cobalah mengunjungi penitipan anak yang sama pada waktu yang berbeda dalam sehari untuk memahami bagaimana staf berinteraksi dengan anak-anak dan apa rutinitasnya. Terkadang kunjungan kamu akan memastikan bahwa tempat itu tepat untuk si Kecil, tapi terkadang justru menjadi pembuka mata yang sesungguhnya.
 

source: http://jogja.tribunnews.com



 

4. Teruslah Bicara

Sampai bayi kamu bisa berbicara, kamu akan bergantung pada apa yang dikatakan pengasuh tentang aktivitas anak kamu hari ini. Pastikan kamu bisa berkomunikasi dengan nyaman satu sama lain.

Saat pertama kali melepaskan anak kamu di pagi hari, kamu harus memberi tahu pengasuh bagaimana si kecil kamu tidur malam sebelumnya, jika dia sedang tumbuh gigi, dan apakah dia sarapan pagi.

Di penghujung hari kamu pasti ingin tahu informasi serupa, seperti jumlah popok yang dia pakai, saat dia tidur siang, dan jika dia tampak bahagia. Utamakan berbicara dengan pengasuh secara pribadi. Jika itu tidak mungkin, tanyakan apakah ada waktu yang tepat untuk menelepon, mungkin saat tidur siang.
 

source: https://www.ibudanbalita.com



 

baca juga

5. Mengatasi Masalah

Tidak dapat dipungkiri bahwa kamu akan mengalami konflik dengan pengasuh kamu, baik besar maupun kecil. Menangani masalah dengan benar dan bukan mengabaikannya sampai mereka tumbuh tidak proporsional. Beberapa masalah bisa diselesaikan dengan cepat sedangkan yang lain mungkin memerlukan lebih banyak diskusi.

Apapun konflik, hadapi pengasuh dengan hormat, tapi jangan takut untuk berbicara. Saat membicarakan topik yang sulit, tanyakan pendapat pengasuh, dan dengarkan dia. Sebagai orangtua, kamu memiliki kata akhir dengan pengasuh di rumah, tapi kamu lebih cenderung mendapatkan kerja sama jika perawat mengetahui bahwa dia telah didengar

Misalnya, alih-alih menuntut waktu tidur siang lebih awal untuk mempermudah tidur, mintalah pengasuh jika dia memiliki gagasan tentang bagaimana menyesuaikan diri dengan bayi.
 

source: http://www.sekolahmenyenangkan.org