Budidaya bayam jepang pada dasarnya tidak berbeda dengan sayuran lainnya. Tanaman ini termasuk sayuran dataran tinggi yang tumbuh baik di atas 500 m dpl dengan umur panen singkat, yaitu 35-50 hari setelah tanam. Tapi, Moms, bayam jepang tidak harus ditanam dengan cara organik di tanah yang luas, melainkan juga bisa dengan cara hidroponik.

Sistem pertanian hidroponik tidak perlu menggunakan tanah sebagai media tanamnya, melainkan menggunakan air, sehingga tingkat sterilisasinya cenderung baik dan lebih aman dari serangan hama dan penyakit. Unsur hara dapat diserap langsung oleh tanaman dan terkontrol sehingga tanaman lebih cepat tumbuh. Namun, pertanian hidroponik membutuhkan modal besar untuk instalasi dan ketelitian yang lebih tinggi, serta perhitungan yang tepat.

Yuk, Pelajari Cara Budidaya Bayam Jepang Hidroponik untuk Pemula
source: https://s1.bukalapak.com/

Begini cara budidaya bayam jepang hidroponik untuk pemula. Pertama-tama, siapkan alat dan bahan. Bibit bayam jepang, arang sekam, wadah untuk penyemaian, wadah nampan untuk penyesuaian, mac pot (dari gelas plastik bekas air mineral), air biasa, air dengan nutrisi, dan instalasi hidroponik (PVC). Kemudian, lakukan langkah-langkah berikut ini.

  1. Semai bibit bayam dengan media arang sekam, di wadah.
  2. Semai dengan air biasa.
  3. Letakkan dan diamkan di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari secara langsung.
  4. Hari ke-2 sampai ke-5, mulai berkecambah.
  5. Siram dengan air nutrisi pH sekitar 6,5.
  6. Hari ke-8 sampai ke-10, muncul beberapa daun sejati.
  7. Masukkan arang sekam ke dalam mac pot setinggi sepertiga.
  8. Pindahkan hasil semai ke dalam mac pot, 3-4 tanaman setiap mac pot, beri jarak.
  9. Masukkan arang sekam kembali sampai hampir penuh.
  10. Siram dengan air nutrisi sampai menggenang di wadah, agar tidak perlu menyiram setiap hari.
  11. Biarkan selama 2-3 hari.
  12. Pindahkan ke instalasi PVC.