Penyebab Bayi Kejang


Dalam tubuh manusia, gerak tubuh diatur oleh otak melalui aktivitas sinyal listrik atau neurotransmitter yang dikirim ke saraf otot. Jika timbul gangguan pada hantaran sinyal listrik tersebut, maka tubuh akan mengalami gangguan pada gerakan dan kesadaran yang dikenal dengan kejang. Kondisi ini umumnya tidak bisa dikendalikan oleh pemilik tubuh.

Gangguan hantaran listrik ini bisa disebabkan oleh infeksi, gangguan kesimbangan senyawa kimia dalam otak, cacat lahir, hingga demam tinggi. Kejang yang disertai demam disebut dengan kejang demam (convalsio febrilis). Umumnya kejang ini disebabkan oleh infeksi pernapasan, radang telinga, infeksi saluran kemih dan meningitis.
 

Penyebab Bayi Kejang dan Cara Mengatasinya, Mommy Harus Tahu Nih!
source: https://babymozart.org/

Sedangkan kejang tanpa demam dapat disebabkan oleh epilepsi, gangguan hipoglemik, gangguan pada otak seperti pendarahan, stroke, kondisi genetik, atau hemimegalencephaly. Hemimegalencephaly adalah kondisi dimana salah satu bagian otak tumbuh lebih besar dibandingkan bagian otak lainnya. Kondisi ini umumnya ditandai dengan bayi kejang baru lahir selama beberapa menit.

Penanganan Bayi Kejang


Kejang pada bayi dapat dialami oleh semua bayi, baik pada bayi yang lahir prematur maupun cukup bulan. Jika bayi Moms kejang, hal pertama yang bisa dilakukan adalah jangan panik, lalu baringkan di tempat yang datar. Jika bayi kejang saat menyusu, maka lepaskan mulut bayi dari puting, lalu pindahkan ke tempat yang nyaman.

Sama halnya dengan bayi kejang saat menangis, segera tenangkan dan pindahkan si kecil. Miringkan badan bayi, lalu longgarkan pakaiannya. Hindari memasukkan benda apa pun ke dalam mulut bayi karena berisiko mengganggu jalan nafas.

Setelah kejang pada bayi sudah berangsur berkurang, biarkan si kecil berisitirahat agar lekas pulih. Setelah kejang, umumnya bayi masih dalam kondisi mengantuk atau belum sadar sepenuhnya. Amati terus kondisi anak hingga ia sadar dan terbangun sepenuhnya. Apabila bayi mengalami kejang kambuhan dan sangat sering terjadi, sebaiknya segera periksakan ke dokter anak.