Gejala dan Penyebab Ruam Popok pada Bayi


Warna kemerahan akibat iritasi adalah gejala umum ruam popok. Jika melihat tanda ini, Moms sebaiknya mulai waspada. Jika tidak ditangani dengan baik sehingga semakin parah, maka kesehatan bayi pun juga ikut terancam. Berikut ini adalah tanda-tanda umum gangguan ini:
  • Warna kemerahan akibat iritasi di bagian yang terkena popok.
  • Bayi mulai rewel karena rasa sakit dan tidak nyaman pada bagian yang teriritasi. Biasanya bayi akan mudah menangis saat dipakaikan popok.
  • Dalam tahap yang lebih parah, ruam akan menyebar ke bagian yang tidak kena popok.
  • Memicu munculnya luka bernanah dan terlihat melepuh.
  • Ruam popok yang parah bisa menjadi sarang kuman, yang berakibat pada timbulnya demam pada bayi.
  • Waspadai pula jika bayi selalu merasa mengantuk berlebihan saat diserang ruam popok.
Gejala dan Penyebab Ruam Popok pada Bayi
source: https://3.bp.blogspot.com/-hJ-HAefQUhI/WRQKT0RjkOI/AAAAAAABtAQ/-WfA06ADE5kUjr3uQleTxDFjPz2kTD87ACLcB/s1600/Penyebab%2Bruam%2Bpopok.jpg
Ruam sendiri sebenarnya adalah gangguan yang hampir pasti dialami semua orang, mulai dari bayi hingga dewasa. Namun karena kulit bayi umumnya lebih sensitif, kemungkinan munculnya ruam bisa lebih besar dari orang dewasa. Adapun pada bayi, gangguan ini bisa muncul karena berbagai macam penyebab, antara lain:
  • Kontak terlalu lama dan terlalu sering dengan urine dan tinja.
  • Gesekan kulit bayi dengan popok yang mengakibatkan lecet.
  • Ruam popok karena jamur, biasanya terjadi karena kulit permukaan kulit yang basah terus-menerus.
  • Konsumsi antibiotik sehingga pertahanan tubuh ikut mati. Alhasil, bakteri dan jamur mudah menyerang.
  • Kulit terlalu sensitif
  • Bahan popok yang tidak cocok dengan kulit bayi.

Mengatasi Ruam Popok pada Bayi


Mengingat dampaknya bisa cukup serius jika tidak ditangani, maka Moms perlu mengetahui cara-cara yang benar untuk mengatasinya. Berikut ini adalah hal-hal yang disarankan untuk dilakukan jika ruam popok muncul pada bayi:
Mengatasi Ruam Popok pada Bayi
source: https://res.cloudinary.com/dk0z4ums3/image/upload/v1515472485/attached_image/ruam-popok-alodokter.jpg
  • Ganti popok sesering mungkin. Baik popok kain maupun popok sekali pakai, usahakan menggantinya segera setelah bayi buang air. Hal ini penting untuk mencengah bakteri pada kotoran menyerang kulit bayi.
  • Bersihkan bagian yang sering tertutup popok dengan seksama, terutama saat mengganti popok.
  • Setelah membersihkan kulit bayi, jangan langsung memakaikan popok. Keringkan perlahan hingga air di kulit hilang, demi mencegah kulit menjadi terlalu lembab.
  • Jangan menggunakan popok yang terlalu ketat menutupi kulit. Gunakan popok yang longgar agar kulit bayi mendapat ruang untuk bernapas.
  • Jangan lupa menggunakan obat ruam popok pada bayi. Obat ruam popok memiliki kandungan zinc oxide yang bisa membantu meringankan iritasi.
  • Jika terjadi iritasi, akan lebih baik jika bayi sementara dibebaskan dari popok. Pasalnya, adanya gesekan bisa membuat iritasi semakin parah.
Ruam popok memang sepintas terlihat sepele, karena umumnya bisa sembuh sendiri. Namun gangguan ini jangan diremehkan, karena rasa tidak nyaman bisa saja mempengaruhi tumbuh kembang bayi. Jika ruam yang muncul terlihat parah dan mengkhawatirkan, jangan segan menghubungi dokter.