Menyusui Bayi Saat Hamil

Setiap ibu pasti memiliki keinginan untuk memberikan ASI untuk si kecil hingga waktu yang cukup. Namun ketika ternyata dalam masa menyusui moms mendapati kehamilan, maka akan muncul rasa dilema antara melanjutkan menyusui atau berhenti agar tidak membahayakan janin. Hal ini tentu sangat mengganggu moms dan kebutuhan bayi. 

Menyusui Bayi Saat Hamil

Beberapa mommies memilih untuk tetap memberikan ASI kepada bayi karena faktor kebutuhan, namun ada juga yang memilih untuk berhenti memberikan asi dengan dalih menghawatirkan janin. Tentunya ini adalah pilihan moms yang perlu dipikirkan secara matang, karena mempengaruhi banyak pihak. Yuk ketahui resiko dan tips menyusui bagi ibu hamil dengan cermat!

Bolehkah Menyusui Saat Hamil?

Semua keputusan boleh tidaknya menyusui memang tidak serta merta bisa diputuskan tanpa mengetahui alasan yang tepat. Tentunya perlu memperhatikan kondisi ibu dan bayi yang baru lahir serta kesehatan kandungan moms. Karena dengan mengetahui semua keadaan secara tepat dapat memberikan keputusan yang sesuai kebutuhan. 

Bolehkah Menyusui Saat Hamil?

Pada mulanya, menyusui saat hamil cenderung aman bagi moms yang punya kehamilan sehat, tak berisiko alami kelahiran prematur, dan tak mengandung bayi kembar. Akan tetapi, memang sebaiknya diskusikan kondisi Anda dengan dokter untuk menjaga kesehatan kehamilan dan mencegah komplikasi.

baca juga

Risiko menyusui saat hamil

Setiap keputusan pasti membawa risiko yang perlu diperhatikan. Nah moms, berikut beberapa risiko hamil ketika menyusui yang perlu diperhatikan:

  • Bayi tak terawat. Keadaan hamil setiap ibu memang berbeda. Maka dari itu hal yang dikhawatirkan adalah tidak terawatnya bayi yang baru lahir. Keadaan moms yang hamil tentu seringkali mengalami hal-hal yang berbeda daripada tidak hamil atau menyusui. Seperti morning sickness atau beberapa bawaan ibu hamil yang dapat mengganggu keadaan fisik dan psikologi moms. Apalagi jika harus merawat bayi. Tentu akan semakin menghawatirkan bukan?
Risiko menyusui saat hamil
  • Tidak dapat memberikan ASI Eksklusif. Ketika hamil, tubuh memproduksi hormon progesterone, sehingga hormon menyusui menurun. Selain itu, rangsangan isap bayi pada payudara mama dapat memicu kontraksi rahim, yang berbahaya bagi janin dalam kandungan. Maka dari itu seringkali moms memilih untuk mengganti ASI dengan susu formula agar tidak terjadi hal-hal buruk yang mengganggu janin. 
  • Munculnya placenta previa. Pada kehamilan dengan jarak terlalu dekat, risiko terjadi plasenta previa (plasenta menempel di bagian bawah dinding rahim, menutup sebagian atau seluruh leher rahim) menjadi lebih tinggi. Ini disebabkan karena dinding rahim belum pulih benar dari kehamilan dan persalinan sebelumnya, sehingga nidasi atau penempelan hasil konsepsi terjadi pada bagian rahim yang tidak tepat (di segmen bawah). Risiko ini terutama dialami oleh wanita yang melahirkan secara Caesar. Plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan dalam kehamilan.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Tentu dari setiap resiko yang ada tersebut dapat diatasi dengan jalan lain yang bisa diatasi. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:

  • Ketika mengalami hamil saat menyusui, moms perlu memperhatikan kondisi psikologi mommies agar lebih siap mengalami beberapa hal yang mengganggu ketika hamil dan menyusui. Karena keadaan psikologi ketika hamil cenderung lebih sensitif dan cepat berubah. 
Hal yang Perlu Diperhatikan
  • Istirahat yang cukup. Menyusui saat hamil memang sangat melelahkan. Apalagi jika mengurus bayi tanpa bantuan orang lain. Tentj sangat mengganggu kesehatan moms sendiri selain keadaan yang payah, serta bayi yang rewel akan sangat mengganggu. Maka dibutuhkan support system agar moms merasa lebih tenang ketika beristirahat.
  • Sering memperiksakan kehamilan agar terdeteksi secara cepat jika ada kejanggalan yang dimunculkan ketika hamil bersamaan dengan menyusui.
baca juga

Tips aman menyusui saat hamil

  • Rutin konsultasi ke dokter. Kondisi hamil saat menyusui memang sangat mengkhawatirkan. Karena dalam hal ini melibatkan banyak pihak untuk harus tertap terjaga. Oleh sebab itu moms harus lebih rutin mengetahui kesehatan moms dan janin agar terhindar dari berbagai hal yang membahayakan. 
  • Penuhi asupan nutrisi. Ketika hamil, makanan yang dikonsumsi moms tentu akan dihisap oleh janin. Selain itu moms juga harus memberikan ASI kepada bayi yang tentu dihasilkan dari makanan yang dikonsumis oleh moms. Maka dari itu, moms harus lebih sering menambah asupan makanan. Karena nantinya akan disalurkan kepada janin dan bayi melalui ASI.
Tips aman menyusui saat hamil
  • Perhatikan kondisi saat menyusui. Ketika hamil, kondisi puting berbeda dengan saat menyusui saja. Hal ini yang menyebabkan moms merasa tidak nyaman ketika menyusui. Selain itu moms harus memperhatikan posisi yang tepat agar tidak mempengaruhi janin dalam perut moms. Dan tentunya nyaman bagi bayi ketika sedang proses menyusui. Jadi harud mrmperjatikan keduanya ya moms.
  • Jaga suasana hati dan emosi. Ketika hamil, dan menyusui yang perlu diperhatikan selain kondisi kesehatan tubuh, moms juga harus memperhatikan susana hati dan emosi,  Melakukan banyak hal sekaligus memang membuat moms rentan stres. Oleh karena itu, moms membutuhkan dukungan Ayah pada masa ini. Jika emosi moms relatif stabil, dampaknya pasti akan positif baik ke mommies, janin, maupun bayi kamu.