Dampak Mengerikan Bullying pada Korban


Kabar pengeroyokan yang menimpa Audrey memang bisa dikategorikan sebagai kasus yang sangat serius. Korban diduga dirundung oleh 12 remaja yang kemudian melakukan tindak kekerasan sehingga korban mengalami luka serius. Namun bahkan tindak kekerasan yang dianggap paling ringan pun, seperti bullying verbal, sebenarnya juga sangat berbahaya, karena akan mempengaruhi psikologi korban. Secara umum, berikut adalah beberapa dampak buruk bullying:
Dampak Mengerikan Bullying pada Korban
source: https://www.rd.com
  • Anxiety disorder (gangguan kecemasan)
  • Gangguan konsentrasi karena selalu dilanda rasa cemas dan takut
  • Penurunan kepercayaan diri
  • Depresi, bisa berujung bunuh diri
  • Memicu dendam, yang bisa mengubah seseorang menjadi psikopat
  • Penurunan prestasi
  • Dalam jangka panjang, hal ini akan menurunkan kualitas anak bangsa.
  • Gangguan emosi - korban bullying saat kecil cenderung mudah marah saat dewasa.
  • Cedera fisik, hingga cacat
Dalam beberapa kasus, penyebab trauma psikis pada korban bullying justru tidak disebabkan oleh aksi pelaku, melainkan karena cacat fisik yang dialami. Sebagai contoh pada kasus Audrey. Dampak dari 'kerusakan organ kewanitaan' adalah hal yang kemungkinan menjadi hal yang sangat disesalkan korban.
 

Cara Menangani Trauma Psikis pada Korban Bullying


Mengobati trauma psikis jelas bukan hal yang mudah. Namun bukan berarti hal itu mustahil dilakukan. Segala memori tentang kekerasan yang dialami jelas tidak bisa dihapuskan begitu saja, namun setidaknya bullying trauma treatment bisa memberikan sedikit dorongan dan 'harapan hidup' bagi para korban. Berikut hal-hal yang bisa dilakukan:
Cara Menangani Trauma Psikis pada Korban Bullying
source: https://slaterzurz.com/wp-content/uploads/2016/03/Bullying-Lawsuit.jpg
  • Menjauhkan korban dari lokasi kejadian. Berada di lokasi bullying akan membuka memori tentang kejadian buruk yang menimpanya. Jika dia terus teringat, maka akan sulit baginya untuk lupa dan move on.
  • Memastikan adanya rasa aman. Korban bullying akan merasa dirinya rendah dan tak diterima di manapun. Dalam beberapa kasus, dia akan merasa insecure dan tak mudah percaya orang. Namun jika ada yang memberikan perhatian dan kasih sayang yang tulus, maka dia akan merasa aman dan mulai punya motivasi untuk melanjutkan hidup.
  • Mengajak melakukan hal-hal positif. Walau mungkin kondisinya tidak karuan karena depresi, jangan biarkan dia menganggur. Ajaklah dia melakukan hal-hal positif, sesuai dengan hobinya. Namun ingat, jangan memaksa dia melakukan hal yang tak dia suka walau itu positif, agar dia tetap merasa aman. Intinya, tunjukkan bahwa dia bisa melakukan sesuatu yang hebat.
  • Berikan bantuan psikoterapi jika perlu. Jika kondisi psikisnya terlalu depresi, maka jangan ragu untuk memberikan bantuan psikoterapi agar dia bisa kembali menemukan dirinya.
  • Sering memuji dan hindari menyalahkan. Pilihan kata yang tepat adalah kunci utama. Selalu gunakan kata positif untuk berkomunikasi dengan korban bullying. Terus berikan dukungan dan arahan kepadanya.
  • Membantu pembentukan sikap. Usai mengalami hal yang berat, bukan tidak mungkin korban berpikir untuk balas dendam. Karenanya, perlu sekali menanamkan nilai-nilai positif agar bullying tidak lagi menjadi budaya.
Namun Moms, sekali lagi bukan hal mudah untuk memerangi trauma psikis. Karenanya memang perlu kesabaran ekstra untuk membuat mereka pulih, sehingga terhindar dari bahaya depresi dan gangguan mental akibat bullying. Mari bersama-sama memerangi bullying!