Fakta Melahirkan di Air

Sebelu Moms mengetahui bagaimana keuntungan dan risiko melahirkan di air, yuk kita ketahui dulu fakta soal melahirkan di air atau water birth. Sejak beberapa tahun lalu, metode melahirkan yang satu ini memang cukup digemari di beberapa negara dan kemudian masuk ke Indonesia, karena merupakan bagian dari gentle birth atau melahirkan dengan tenang.

Gentle birth adalah salah satu metode melahirkan yang bermanfaat untuk meminimalisasi trauma pada seorang ibu. Dengan gentle birth, seorang ibu bisa melalui proses persalinan yang nyaman tanpa rasa sakit. Melahirkan di air merupakan proses melahirkan yang cukup rumit, soalnya para tenaga medis harus tetap menjaga air agar steril. Caranya dengan mengganti 1000 liter air saat proses persalinan.

Kira-kira kapan sih waktu yang tepat untuk melakukan proses melahirkan di air? Pembukaan enam adalah kondisi yang disarankan untuk Moms mulai masuk ke dalam kolam. Sebab, biasanya setelah pembukaan enam, proses pembukaan selanjutnya akan berjalan cepat. Moms nggak boleh berlama-lama di dalam kolam sebab ada kemungkinan Anda terkena hipotermia, walaupun menggunakan air hangat.

Keuntungan Melahirkan di Air

Semakin berkembangnya tren dan teknologi kedokteran masa kini, ternyata ditemukan beberapa keuntungan melahirkan di air lho. Saat proses melahirkan di dalam air, para tenaga medis menggunakan air hangat yang steril. Air hangat dapat membuat Moms merasa rileks dan nyaman saat melahirkan. Ketika Moms sudah hampir melahirkan, air yang hangat ternyata memberikan energi yang kuat untuk membantu Moms lho.

Ketika posisi Moms mengapung di dalam air, membuat kontraksi lebih efisien dan bisa memperbaiki sirkulasi darah sehingga Moms memiliki kadar oksigen yang lebih baik. Ketenangan air juga mengurangi tingkat kecemasan dan rasa takut uang berlebih saat menghadapi persalinan. Jadi, apakah Moms tertarik?

baca juga

Risiko Melahirkan di Air

Di balik keuntungan yang membuat Moms terlena, penting juga lho untuk mengetahui apa saja risiko saat melahirkan di dalam air. Berikut beberapa risiko melahirkan di air yang perlu banget Moms tahu:

1. Bayi Menghirup Air (aspirasi)
Sebenarnya, Moms nggak perlu mengkhawatirkan bayi mungil menghidur air, karena bayi tidak langsung mengambil napas saat lahir, Moms. Selama masih di dalam air, bayi akan menerima oksigen dari tali pusar. Bayi akan bernapas ketika ia terkena udara atau sampai tali pusarnya dipotong. Namun, jika terjadi masalah pada tali pusar bayi, sehingga menyebabkannya terlalu lama berada di dalam air, bisa jadi bayi mengambil napas pertamanya di dalam air.

2. Radang paru-paru atau pneumonia
Penyebab penyakit ini adalah bakteri dalam kolam, kontaminasi tinja atau sindrom aspirasi mekonium, yang bisa berkembang dalam 24-48 jam pertama. Untuk mencegah penyakit ini, sterilisasi air untuk melahirkan harus dijaga agar berada pada suhu 36-37 derajat celcius dan segera angkat bayi setelah lahir.

3. Infeksi
Ibu bisa saja mengeluarkan kotoran ketika sedang mengejan. Tidak perlu malu karena hal tersebut sangat normal. Tapi, air yang sudah terkontaminasi kotoran dapat meningkatkan risiko bayi terkena infeksi Moms.

4. Sindrom Aspirasi Mekonium
Jika usus bayi telah melakukan gerakan pertama sebelum lahir dan bayi menghirup cairan ketuban yang terkontaminasi, maka bayi akan memiliki masalah pernapasan. Kondisi ini disebut juga sindrom aspirasi mekonium. Dokter atau bidan harus segera menolong bayi jika melihat air ketuban pecah dan bercampur dengan mekonium yang berwarna hijau, kental dan lengket untuk mencegah sindrom ini terjadi.

5. Kerusakan Tali Pusat
Mengangkat bayi setelah dilahirkan sangat penting dalam proses melahirkan di air. Namun, hal ini berisiko merusak tali pusat.

Proses Melahirkan di Air

Beberapa ahli merekomendasikan agar moms menunggu sampai leher rahim melebar setidaknya 5cm. Jika persalinan melambat saat Moms di luar air, cobalah masuk ke dalam air karena ini bisa merangsang persalinan.

Saat dalam air, temukanlah posisi yang nyaman. Pasangan Moms bisa masuk menemani dalam kolam untuk membantu menenangkan dan memberi kekuatan pada diri Moms. Ikuti instruksi dokter atau bidan kapan waktu yang tepat untuk mengejan, ini merupakan bagian yang paling berbahaya saat melahirkan.

Saat ada dorongan yang tepat, ibu mengejan dan keluarlah bayi dari mulut rahim. Mendorong bayi keluar saat ini mungkin lebih mudah karena dorongan dari air turut membantu. Setelah bayi keluar, bayi akan dibawa oleh dokter atau bidan ke permukaan air secara perlahan, sehingga tali pusat bayi tidak terlepas atau rusak. Saat pertama kali hidung bayi bersentuhan dengan udara, inilah pertama kali bayi bernapas.