Moms mana yang tidak mengenal gadget? Hampir semua orang kini sudah beralih menggunakan smartphone atau telepon pintar. Ada juga moms yang hampir setiap hari berkutat dengan laptop juga komputer. Sayangnya sinar yang kita lihat saat menggunakan perangkat tersebut bisa berbahaya karena mempercepat tanda-tanda penuaan dini.

Disebut blue light, sinar biru adalah sinar ciptaan yang berbentuk cahaya yang dipancarkan dari perangkat elektronik seperti smartphone, laltop, tablet, dan LED tv. Sinar tersebut digolongkan high energy visible light, golongan sinar yang seharusnya dihindari oleh manusia karena sensitifitasnya tinggi.

Selain berpengaruh pada kesehatan mata, bahaya sinar biru smartphoe untuk kesehatan pun terbukti bisa memicu hiperpigmentasi. Sinar biru ini terlihat oleh mata, berbeda dari ultraviolet A (UVA) dan B (UVB) yang tak tampak mata, namun bisa merusak kulit. Hal ini dikarenakan cahaya biru bisa menembus kulit lebih dalam ke epidermis.

Bahaya Sinar Biru Smartphone untuk Kecantikan Wajah, Bikin Cepat Keriput Loh, Moms!

"Penelitian baru-baru ini memperlihatkan jika cahaya yang terlihat mampu meningkatkan pigmentasi, yang mengartikan jika mereka yang memiliki konsisi tertentu seperti melasma (bercak hitam), biasa menyebabkan penggelapan atau memperburuk kondisi,” ujar Nada Elbulk, seorang dermatologis di NYU Langone, New York.

Hasil penelitian lain yang diterbintakan jurnal Oxidative Medicine dan Cellular Longevity pada tahun 2015, menyebutkan jika paparan sinar biru bisa berkontribusi pada produksi radikal bebas. Radikal bebas mampu merusak sel-sel kulit dan mencegah kolagen, yang hasilnya kulit rentan terhadap tanda penuaan.

Eits! Tapi moms tak usah panik dulu. Resiko cahaya biru pada penuaan masih bisa dicegah sejak dini kok. Berikut tips mengurangi bahaya sinar biru pada wajah:

1. Gunakan aplikasi filter untuk menurunkan intensitas sinar biru dari gedget moms.
2. Rajin menggunakan sunsreen yang mengandung bahan seperti titanium oxide atau zinc oxide, agar cahaya yang masuk dapat terblokir.
3.Kurangi intensitas penggunaan gadget.

So, apakah moms masih khawatir?