Hamil Muda

Sebutan hamil muda adalah rentang usia antara 1-3 bulan. Usia kandungan ini memanglah usia yang cukup rentan dan rawan. Pada usia ini moms akan menghadapi cukup banyak perubahan fisik serta psikis, oleh karena itu masa kehamilan ini cukup perlu untuk diwaspadai.

Keluar Darah Saat Hamil Muda

keluarnya darah saat hamil muda biasanya adalah hal yang wajar dan normal, selama tidak keluar secara terus menerus dan masih dalam jumlah yang normal. Walau harus diwaspadai jika sudah dirasa berlebihan, dan segera diperiksakan ke dokter.

Penyebab Perdarahan Saat Hamil Muda

Penyebab umum perdarahan yang terjadi saat hamil muda adalah karena proses pelekatan sel telur yang telah dibuahi pada dinding rahim atau yang biasa disebut juga sebagai perdarahan implantasi. Kondisi ini hampir mirip dengan proses menstruasi, namun dengan intensitas yang lebih sedikit atau lebih singkat dari menstruasi pada umumnya. Perlu diketahui juga moms, penyebab lain dari perdarahan bisa karena iritasi saat berhubungan intim, infeksi atau karena perubahan hormon.

Hamil Muda

Risiko Perdarahan Saat Hamil Muda

Selain penyebab ringan yang telah disebutkan sebelumnya, pendarahan saat hamil muda ini juga bisa disebabkan karena faktor lainnya yang mungkin lebih beresiko seperti di bawah ini.

Keguguran

Resiko dan penyebab perdarahan hamil muda paling besar adalah keguguran, walau tidak selalu berakhir seperti ini tapi beberapa penelitian mengatakan 15-20% kemungkinannya. Gejala lain keguguran adalah perdarahan yang dibarengi dengan rasa nyeri dan kram di perut area bawah atau keluarnya gumpalan daging atau jaringan seperti mata ikan dari vagina.

Hamil Anggur

Hal ini terjadi saat jaringan yang seharusnya menjadi janin namun berkembang menjadi abnormal dan bukan menjadi janin. Sel abnormal ini terus berkembang di dalam rahim dan menjadi jaringan yang menyerupai anggur sehingga menimbulkan pendarahan

Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik ini adalah bentuk kehamilan yang terjadi di luar rahim,yaitu sel telur yang telah dibuahi tidak menempel di rahim melainkan di tempat lain seperti di tuba falopi. Jika embrio terus berkembang, saluran falopi ini akan robek dan pecah sehingga mengakibatkan perdarahan yang hebat. Perdarahan ini juga kerap disertai dengan kram di perut bagian bawah, merasa lemas hingga pingsan.

Risiko Perdarahan Saat Hamil Muda