Lalat merupakan salah satu serangga menjijikkan yang identik dengan sampah dan kotoran. Meskipun begitu, lalat memiliki fungsi yang amat penting bagi lingkungan karena perannya dalam proses dekomposisi, penyerbukan tanaman, hingga makanan bagi serangga predator.

Lalat yang sering dijumpai di rumah adalah jenis Musca domestica, jenis lalat ini menjadikan bangkai dan feses sebagai habitatnya. Lalat berkembang biak dengan cara bertelur, meskipun bukan serangga yang menggigit, namun keberadaan lalat terutama jika hinggap pada makanan patut diwaspadai. Karena lalat menyebarkan bakteri patogen melalui kakinya yang hinggap pada makanan, bahkan lalat dapat meninggalkan telurnya disana.

Waspada Moms! Telur Lalat Pada Makanan Bisa Memicu Penyakit Myasis

Telur Lalat pada Makanan

Makanan yang dibiarkan dalam kondisi terbuka tentu akan meningkatkan risiko terpapar berbagai zat berbahaya seperti debu, bakteri, atau bahkan telur lalat. Lalat yang hinggap di atas makanan tak hanya menularkan bakteri patogen melalui kakinya, tapi juga dapat meninggalkan telur yang apabila termakan dapat menimbulkan penyakit seperti myasis. Telur lalat berwarna putih, berbentuk agak oval dan meruncing, serta bergerombol di satu tempat. Moms yang melihat
telur ini dalam makanan sebaiknya hindari untuk memakannya. Atau jika sayang terhadap makanan tersebut, bisa saja untuk membuang bagian yang terkena telur lalat.

Telur Lalat pada Makanan
baca juga

Siklus Hidup Lalat

Lalat berkembang biak dengan cara bertelur yang kemudian menjadi larva. Selanjutnya larva lalat biasanya mencari makan dan menetas di bangkai sebelum akhirnya menjadi pupa dan berkembang menjadi lalat dewasa dalam beberapa hari. Lalat dewasa mampu hidup selama satu bulan dan dapat bertelur hingga ratusan selama masa hidupnya.

Meskipun tidak secara langsung mengganggu manusia, namun keberadaan lalat di rumah amat berbahaya bagi kesehatan. Lalat yang mencari makan dengan hinggap pada makanan manusia akan meludahi makanan tersebut hingga cair kemudian disedot masuk ke dalam perutnya. Semakin sering lalat hinggap pada makanan maka bakteri patogen yang tertinggal di makananpun akan semakin banyak. 

Siklus Hidup Lalat

Penyakit Myasis

Myasis adalah penyakit yang timbul karena adanya larva lalat yang tumbuh dalam tubuh. Myasis
saluran pencernaan terjadi ketika telur lalat atau larva lalat pada makanan termakan dan berhasil hidup di dalam saluran pencernaan. Meskipun sering terjadi pada hewan, myasis sangat jarang dialami oleh manusia. Hal itu dikarenakan sistem pencernaan manusia yang lebih kompleks. Telur lalat yang tidak sengaja tertelan dapat dihancurkan oleh asam lambung selama proses pencernaan dan akan ikut dikeluarkan bersama feses.

Penyakit Myasis
baca juga

Gejala Penyakit Myasis

Meskipun jarang terjadi, beberapa orang dengan kategori berikut ini memiliki risiko terjangkit myasis yang lebih besar. Yaitu orang-orang yang terpapar dengan makanan yang terdapat telur lalat secara terus menerus atau dalam jangka waktu cukup lama, hal ini biasanya dialami oleh orang yang hidup di daerah dengan higienitas sangat buruk.

Kedua, orang yang terpapar telur lalat berada dalam kondisi daya tahan tubuh lemah, dan terakhir orang tersebut sedang mengonsumsi obat maag dalam waktu cukup lama. Pada beberapa orang, myasis tidak menimbulkan gejala, namun beberapa lainnya mengalami nyeri perut, muntah, diare, serta gatal di sekitar anus.

Gejala Penyakit Myasis