Pendidikan seks untuk anak menurut Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait bahkan bisa dimulai sejak anak mulai bisa bicara dan berkomunikasi, yaitu mulai usia 2 tahun.

Memang mengenakan pendidikan seks sejak dini tak semudah menjelaskan pada sesama orang dewasa lantaran pola pikir mereka masih sangat sederhana. Untuk itu ada beberapa cara yang bisa moms lakukan demi mengenalkan pendidikan seks sejak dini, seperti:

Mengenalkan Pendidikan Seks Pada Anak Sejak Dini, Bagaimana Caranya?
source: https://happysnackcompany.com.au

Pengenalan jenis kelamin

Hal pertama yang bisa moms lakukan adalah dengan mengenalkan perbedaan jenis kelamin antara anak laki-laki dan perempuan. Misalnya menunjukan identifikasi diri seperti mama, nenek, tante, budhe, dan tante adalah perempuan. Sedangkan kakek, papa, pakde, dan om adalah laki-laki.

Selain itu, moms juga bisa mulai menjelaskan tentang nama alat kelamin pada si kecil. Sebaiknya saat menjelaskan soal ini moms menyebutkan saja dengan jelas nama alat kelamin perempuan dan laki-laki tanpa menggunakan bahasa isyarat atau istilah khusus. Jangan lupa juga beritahu si kecil bahwa alat kelamin itu adalah sesuatu yang harus dijaga dengan baik, jangan sampai disentuh oleh orang lain.

Mengenalkan Pendidikan Seks Pada Anak Sejak Dini, Bagaimana Caranya?
source: https://www.todaysparent.com

Katakan terus terang

Saat menjelaskan soal pendidikan seks ada baiknya moms mengatakan dengan terus terang, seperti nama jenis kelamin tadi. Moms juga tak perlu menunggu sampai si kecil bertanya soal seks, akan lebih baik jika moms memberikan penjelasan terlebih dahulu.

Jika moms mengatakan dengan terus terang perilah pendidikan seks, maka dengan sendirinya si kecil akan selalu terbuka menceritakan segala sesuatunya terutama soal seks. Jika anak lebih santai dan moms juga terus terang soal pendidikan seks nantinya si kecil bisa tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan mampu melindungi dirinya sendiri dari pergaulan bebas.  

baca juga
Mengenalkan Pendidikan Seks Pada Anak Sejak Dini, Bagaimana Caranya?
source: http://ukeropa.pw

Beritahu batasan yang tidak boleh dilakukan pada teman

Kenalkan tentang batasan-batasan yang boleh dan tidak boleh ia lakukan di hadapan temannya. Misalkan sebagai perempuan tidak boleh ganti baju sembarangan atau duduk dengan posisi kaki terbuka sehingga memperlihatkan bagian paha dan celana dalam. Untuk anak laki-laki moms bisa mengajarkan jika tidak boleh menurunkan celana teman sesama laki-laki atau membuka dengan sejaka rok teman perempuan.

Sedangkan sebagai ungkapan rasa sayang sesama teman si kecil boleh untuk menggandeng tangan, memeluk jika ada teman sedang sedih, atau mencium pipi mereka. Dengan menjelaskan batasan-batasan ini pada anak maka secara tidak langsung moms dapat menghindarkan si kecil dari perilaku seks menyimpang seperti kasus-kasus pedofil atau kekerasans eksual yang bisa jadi dilakukan oleh orang-orang terdekat sendiri.