Volume Air Ketuban Rendah

Moms pasti tahu, bahwa air ketuban diperlukan untuk memberi ruang gerak serta bantalan untuk melindungi janin selama di dalam kandungan dan berperang penting dalam mendukung tumbuh kembang janin. Selain itu, air ketuban pun dipercaya untuk memaksimalkan perkembangan paru-paru si kecil, serta mampu melindungi si kecil dari tekanan luar perut.

Perlu Moms ketahui bahwa keadaan dimana Moms kekurangan air ketuban disebut oligohydramnios yang dapat terjadi dikarenakan dehirdrasi. Kekurangan air ketuban pada saat masa kehamilan dapat menggangu perkembangan janin hingga dapat terjadi keguguran, cacat pada bayi, dan komplikasi saat melahirkan.

Volume Air Ketuban Rendah

Volume Darah Rendah

Dehidrasi juga dapat membuat volume darah rendah, ketika volume darah rendah Moms akan merasakan pusing dan lemas. Batasan tekanan darah normal adalah tidak kurang dari 90/60 mHg dan tidak lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg. Namun, pasalnya saat masa kehamilan sudah biasa terjadi penurunan tekanan darah diastolik (bilangan bawah) lebih banyak dibandingkan sistolik (bilangan atas), yaitu sistolik sebesar 5—10 mmHg sedangkan diastolik bisa mencapai 15 mmHg. Oleh karena itu, asupan cairan harus cukup bahkan lebih untuk menghindari volume darah yang rendah.

Volume Darah Rendah
baca juga

Risiko Lahir Prematur

Saat Moms sedang dalam masa kehamilan, dehidrasi dapat menyebabkan kontraksi yang disebut Braxton-Hicks. Braxton-Hicks adalah suatu keadaaan dimana kontraksi rahim berlangsung selama 1 sampai dengan 2 menit pada trimester ketiga kehamilan. Kontraksi ini dapat Moms rasakan berulang-ulang dan ketika sudah terlalu sering maka Moms dapat dikategorikan mengalami dehidrasi sehingga butuh asupan cairan. Hal ini mampu memicu si kecil lahir secara prematur.

Risiko Lahir Prematur

Tips Mencegah Dehidrasi Saat Hamil

Disamping bahaya-bahaya yang terbilang beresiko, Moms tetap punya cara untuk mencegahnya. Bagi Moms yang sedang dalam masa kehamilan disarankan untuk minum 12 gelas air dalam sehari dan harus bertambah ketika cuaca panas dan Moms mengalami morning sickness. Cuaca panas akan membuat Moms berkeringat dan morning sickness dapat membuat Moms muntah dan diare yang membuat cairan keluar lebih banyak. Moms pun tidak dianjurkan untuk mengonsumsi minuman tinggi gula dan kafein, karena minuman tinggi gula dan kafein memiliki sifat diuretik yang pada akhirnya dapat memicu keluarnya cairan dari dalam tubuh.

Tips Mencegah Dehidrasi Saat Hamil